Ragam  

Mitos dan Fakta Terkait 21 Hari Membentuk Kebiasaan Baru

Rahasia Umur Panjang
Ilustrasi pasangan orang tua | Foto: Freepik.com

Jakarta, tiradar.id – Tidak semua orang memerlukan waktu hingga 21 hari untuk membentuk kebiasaan baru, demikian disampaikan oleh sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Meskipun kepercayaan umum menyatakan bahwa diperlukan tiga minggu (21 hari) untuk menciptakan sebuah kebiasaan, penelitian ini menunjukkan bahwa jangka waktu tersebut mungkin bervariasi, tergantung pada berbagai faktor.

Colin Camerer, PhD, penulis studi tersebut, menekankan bahwa perkiraan 21 hari tidak didasarkan pada ilmu pengetahuan apa pun. Untuk menentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk membentuk suatu kebiasaan, Camerer dan timnya menggunakan alat pembelajaran mesin dan kumpulan data objektif dari lebih dari 30.000 orang yang pergi ke pusat kebugaran dan 3.000 pekerja rumah sakit yang mencuci tangan selama bekerja.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata diperlukan waktu hingga enam bulan penuh untuk menetapkan rutinitas olahraga baru. Namun, untuk pekerja rumah sakit yang mencuci tangan saat bertugas, hanya butuh waktu beberapa minggu untuk menciptakan sebuah kebiasaan.

Meskipun demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada jangka waktu yang universal untuk membangun kebiasaan. Jangka waktu ini sangat tergantung pada individu, jenis kebiasaan yang ingin dibentuk, dan lingkungan sekitar.

Menurut psikolog Ernesto Lira de la Rosa, PhD, diperlukan waktu hingga satu bulan untuk membentuk sebuah kebiasaan baru, namun hal ini memerlukan keterlibatan yang konsisten dalam perilaku tersebut sepanjang jangka waktu tersebut.

Beberapa orang mungkin dapat membentuk kebiasaan dalam waktu kurang dari satu bulan, sementara yang lain mungkin memerlukan waktu hingga tiga atau enam bulan.

Psikolog Nicholas Crimarco, PhD, menyoroti beberapa faktor yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk membangun dan mempertahankan kebiasaan baru. Kesulitan dan manfaat dari kebiasaan tersebut, dukungan sosial, dan motivasi pribadi semuanya berperan penting dalam proses ini.

Dengan demikian, membentuk kebiasaan baru tidak hanya tentang mematuhi aturan 21 hari tetapi melibatkan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi setiap individu.

Oleh karena itu, setiap perjalanan membentuk kebiasaan adalah pengalaman yang unik dan memerlukan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing orang.

Sumber: ANTARA.com