Ragam  

Perempuan Jadi Mesin Ekonomi Baru, Kang Asep: “Energi Perubahan Ada di Tangan Ibu-Ibu!”

Subang, tiradar.id – Suasana Aula Oman Syahroni, Kantor Bupati Subang, Selasa (26/8) siang berubah jadi ajang “booster semangat” bagi kaum perempuan. Workshop Ekonomi Kreatif yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Subang bareng Bank BJB ini nggak cuma sekadar acara formal, tapi juga jadi bukti nyata bahwa perempuan bisa jadi *game changer* dalam menggerakkan roda ekonomi.

Dengan tema kece “Perempuan Kreatif, Pilar Ekonomi Keluarga” workshop ini jadi ruang bagi anggota DWP untuk upgrade skill, belajar inovasi, dan tentu saja, menyalakan api wirausaha. Ketua DWP Subang Hj. Siti Nuraeni Nuroni, S.IP bahkan menekankan kalau kreativitas ibu-ibu bukan sekadar hobi, tapi modal utama buat naikin level kesejahteraan keluarga. “Harapan saya, kegiatan ini jadi pemicu semangat, bukan hanya tambahan ilmu. Yuk, berani mulai usaha dari ide kecil yang kita punya,” ujarnya.

Perempuan = Motor UMKM

Kang Asep Nuroni, Sekda Subang sekaligus Penasehat DWP, menegaskan peran perempuan dalam dunia ekonomi itu nyata banget. Ia kasih contoh, saat pandemi Covid-19, justru sektor ekonomi kreatif yang bikin Subang tetap tangguh. “Perempuan punya potensi besar. Kreatif itu bukan cuma pandai bikin kerajinan, tapi bisa melahirkan ide segar yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat,” tegasnya.

Dari sisi ekonomi, statement ini makin nyambung dengan tren UMKM sekarang. Data nasional nunjukkin, lebih dari 60% pelaku UMKM adalah perempuan. Jadi kalau skill dan kreativitas mereka terus dipupuk, Subang punya peluang gede jadi lumbung ekonomi kreatif baru di Jawa Barat.

Ibu-Ibu Bukan Lagi Penonton

Acara ini juga jadi penegasan bahwa perempuan bukan lagi hanya “pendukung” di balik layar, tapi aktor utama. Dari ikut beauty class sampai pelatihan bisnis, peserta workshop dilatih biar lebih mandiri, percaya diri, dan siap bersaing. Kang Asep menambahkan, “Semangat perempuan adalah energi perubahan. Kalau energi ini kita manfaatkan, Subang bisa lebih kuat hadapi tantangan zaman.”

Secara sosial, ini berarti perempuan Subang makin punya ruang untuk eksis dan produktif tanpa harus meninggalkan perannya di keluarga.

Subang Maju, Perempuan Berdaya

Di balik acara yang penuh vibe kekeluargaan ini, ada pesan politik yang cukup jelas: pemberdayaan perempuan adalah bagian dari misi besar “Subang Maju, Unggul, dan Kompetitif”. Artinya, pembangunan daerah bukan cuma soal infrastruktur, tapi juga soal investasi pada manusia—khususnya perempuan.

Kolaborasi DWP dengan Bank BJB ini pun jadi sinyal bahwa sektor perbankan mulai melirik potensi perempuan sebagai mitra strategis. Dengan dukungan kebijakan daerah, perempuan bisa jadi aktor penting dalam agenda pembangunan jangka panjang.

Acara pun ditutup dengan penyerahan sertifikat lomba mewarnai bagi anak-anak PAUD/TK binaan, bikin nuansa tambah hangat dan meriah. Lengkap sudah: ekonomi jalan, sosial terbangun, politik ikut bergerak.