Ragam  

Perubahan Tata Guna Lahan dan Ancaman Longsor di Bandung Utara, BRIN Buka Suara

Longsor di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (25/3). Ahli mengungkap alasan kawasan ini rawan longsor. (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)

Bandung, tiradar.id – Bandung Utara, yang meliputi wilayah Kota dan Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, hingga Cimahi, dikenal sebagai kawasan perbukitan yang rentan terhadap bencana longsor. Faktor utama yang menyebabkan rawan longsor di wilayah ini adalah hujan serta adanya sesar lembang.

Adrin Tohari, Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi di Bada Riset dan Invasi Nasional (BRIN), menjelaskan bagaimana perubahan pola penggunaan lahan dapat berdampak pada potensi longsor di wilayah perbukitan Bandung. Menurutnya, perubahan tersebut telah mengubah kawasan perbukitan menjadi pemukiman, yang membuat tanah lebih mudah menyerap air hujan.

“Dahulu, daerah-daerah perbukitan itu masih ditutupi oleh pepohonan yang berfungsi sebagai penyerap air hujan. Namun, dengan semakin banyaknya pemukiman yang menggantikan lahan hijau, tanah perbukitan menjadi lebih rentan terhadap longsor,” ungkap Adrin.

Selain itu, kondisi tanah vulkanik yang belum mengalami pemadatan memperparah situasi ini. Tanah vulkanik cenderung memiliki pori-pori yang besar, sehingga mudah terisi air. Ketika tanah sudah jenuh air, risiko longsor semakin tinggi.

Adrin menjelaskan bahwa fungsi tanaman sangat penting dalam mencegah longsor. Akar tanaman berperan sebagai penyerap air tanah, sementara daun-daunnya membentuk kanopi yang melindungi permukaan tanah dari hujan langsung. Namun, dengan hilangnya vegetasi akibat perubahan tata guna lahan, fungsi tersebut terganggu.

Lebih lanjut, Adrin mengingatkan bahwa wilayah Bandung Utara harus waspada terhadap potensi bencana longsor, terutama yang disebabkan oleh hujan dan aktivitas sesar lembang. Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, Pusat Riset Kebencanaan Geologi telah memasang alat pemantauan di beberapa titik di sepanjang sesar lembang.

Menurut Adrin, sesar lembang memiliki periode ulang yang relatif singkat, sehingga risiko gempa dan longsor di wilayah tersebut cukup tinggi. Alat pemantauan dipasang di kawasan-kawasan seperti Gunung Batu untuk memonitor pergerakan tanah dan memberikan peringatan dini jika terjadi potensi longsor.

Dengan demikian, kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan mempertahankan vegetasi di kawasan perbukitan Bandung Utara menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana longsor di masa mendatang.

Upaya perlindungan lingkungan dan mitigasi bencana harus menjadi perhatian utama bagi pemerintah dan masyarakat setempat guna menjaga keamanan dan kesejahteraan wilayah tersebut.

Sumber: CNN Indonesia