Jakarta, tiradar.id – Tren menikah muda yang diidamkan oleh sebagian masyarakat di Indonesia tampaknya berbanding terbalik dengan apa yang tengah terjadi secara global. Angka pernikahan di berbagai belahan dunia mengalami penurunan yang signifikan.
Banyak orang menunda pernikahan atau bahkan tidak tertarik sama sekali untuk melangkah ke pelaminan. Alasan di balik tren ini sangat beragam dan kompleks, bukan semata karena adanya anggapan bebas seks seperti yang sering dikomentari di media sosial.
Tidak hanya di Indonesia, negara-negara lain juga mengalami fenomena yang serupa. Berikut adalah beberapa negara yang mencatatkan penurunan minat menikah:
1. Jepang: Menanti Sukses Sebelum Menikah
Di Jepang, rata-rata orang menikah di usia lebih dari 40 tahun. Mereka meyakini bahwa menikah muda hanya akan menambah beban finansial. Banyak pria Jepang takut tidak mampu menghidupi keluarga, terutama karena kondisi ekonomi yang belum stabil di usia 20-30 tahun. Wanita juga enggan menikah cepat karena takut kehilangan kebebasan setelah menikah. Lebih banyak fokus pada karir menjadi prioritas.
2. Cina: Menunda Pernikahan untuk Stabilitas Finansial
Situasi di Cina hampir serupa dengan di Indonesia. Banyak anak muda menunda pernikahan karena merasa belum siap secara finansial. Tekanan dari keluarga untuk menikah cepat memang ada, tetapi faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama.
3. Amerika: Menikah Bukan Prioritas
Tren menikah di Amerika juga menurun drastis, dengan hanya setengah dari penduduk yang menikah saat ini. Banyak wanita yang lebih memilih untuk mengejar pendidikan tinggi dan karir daripada menikah di usia muda. Hal ini membuat pernikahan dianggap tidak lagi menjadi hal yang penting.
4. Eropa: Pernikahan Menurun, Tinggal Bersama Meningkat
Negara-negara di Eropa seperti Swedia, Perancis, Italia, dan lainnya juga mengalami penurunan tren pernikahan. Sebaliknya, tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan mengalami peningkatan. Hal ini dipengaruhi oleh persepsi bahwa pernikahan tidak lagi menjadi hal yang penting, ditambah dengan masalah ekonomi yang melatarbelakangi.
Selain negara-negara yang disebutkan di atas, tren menurunnya minat menikah juga terjadi di banyak negara lain, baik kaya maupun miskin. Faktor ekonomi, peningkatan pendidikan, dan perubahan budaya tradisional menjadi beberapa penyebab utama tren ini.
Secara keseluruhan, tren global menunjukkan bahwa masyarakat modern cenderung menunda atau bahkan menghindari pernikahan karena pertimbangan finansial, karir, dan perubahan budaya. Hal ini menandai pergeseran nilai dan prioritas dalam masyarakat global yang semakin maju dan kompleks.
Sumber: Hipwee

