Jakarta, tiradar.id – Google tengah mengembangkan eksperimen kecerdasan buatan baru yang dikenal sebagai “Instrument Playground“. Alat AI ini memungkinkan pengguna untuk menciptakan musik terinspirasi oleh instrumen dari seluruh dunia, memberikan pengalaman kreatif yang unik.
Dalam eksperimen ini, pengguna dapat menambahkan kata sifat seperti ‘moody’, ‘happy’, atau ‘romantic’ pada prompt mereka untuk membentuk hasil yang sesuai dengan suasana hati yang diinginkan. Sebagai contoh, dengan menambahkan istilah ‘gembira’, pengguna dapat membuat jingle yang meriah.
Instrument Playground juga memungkinkan pengguna untuk memutar dan berkreasi dengan klip suara, dengan pilihan mode seperti “Ambient”, “Beat”, atau “Pitch” untuk mengeksplorasi berbagai efek suara. Pengguna dapat mencoba sequencer dengan memilih mode lanjutan untuk menggunakan hingga empat instrumen musik sekaligus.
Dilaporkan bahwa alat ini dilatih dengan menggunakan 100 alat musik dari seluruh dunia, termasuk instrumen seperti Veena dari India, Dizi dari Tiongkok, dan Mbira dari Zimbabwe. Pengguna dapat memilih instrumen yang ingin dimainkan, dan alat ini akan menghasilkan klip suara berdurasi 20 detik.
Dalam rangka menyambut Natal, Google telah menciptakan beberapa jingle meriah, termasuk “Chime Chime Ya” yang terinspirasi oleh lonceng dan suara khas Sinterklas seperti “Ho Ho Ho” serta “lonceng gereja meriah” dan “gong surgawi”.
Meskipun Google merilis alat ini pada Mei 2023, tampaknya masih ada beberapa kendala dalam penggunaannya, terutama terkait dengan ketidakmampuan alat ini untuk mengakomodasi perintah yang merujuk pada artis tertentu.


