Ahli Ungkapkan Penyebab Tingginya Angka Bunuh Diri di Korea Selatan

Aktor Korea Selatan, Lee Sun Kyun. (Dok. IMDB)

Jakarta, tiradar.id – Kematian tragis Lee Sun Kyun, aktor Korea Selatan yang membintangi film Parasite, di Waryong Park, Jongno-gu, Seoul pada Rabu (27/12/2023), menambah panjang daftar selebritas Korea yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Fenomena ini menyentuh tingkatan yang mengkhawatirkan, terutama mengingat Korea Selatan memiliki tingkat bunuh diri tertinggi di antara negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Melalui tulisan yang dikutip dari laman CNBC Indonesia, dikutip Kamis (28/12/2023) , kita akan mencoba memahami penyebab-penyebab kompleks di balik tren ini.

1. Kesehatan Mental dan Lingkungan Eksternal

Meskipun Korea Selatan dikenal sebagai negara maju dengan perekonomian yang makmur, perkembangan teknologi yang pesat, dan budaya yang populer, ternyata tingkat bunuh diri yang tinggi mengindikasikan adanya masalah kesehatan mental di kalangan masyarakat. World Population Review pada 2019 menemukan bahwa kesehatan mental dan lingkungan eksternal menjadi penyebab utama tingginya angka bunuh diri di negara ini.

2. Perasaan Malu

Rasa malu juga menjadi faktor penting dalam motif bunuh diri di Korea Selatan. Penyebab rasa malu ini bermacam-macam, mulai dari tindakan yang telah dilakukan hingga menjadi korban, memberikan gambaran kompleksitas sosial yang mendasari keputusan tragis ini.

3. Masalah Ekonomi

Faktor ekonomi, khususnya di kalangan lansia yang terjebak dalam garis kemiskinan, juga diidentifikasi sebagai kontributor utama dalam meningkatnya angka bunuh diri. Krisis keuangan Asia dua puluh tahun lalu dan perubahan drastis dari masyarakat pedesaan ke masyarakat perkotaan dalam satu generasi turut mempengaruhi tingkat bunuh diri.

4. Budaya Penggemar yang Toksik

Budaya penggemar yang toksik, terutama di kalangan idola K-Pop, menciptakan lingkungan yang beracun dengan penghinaan dan penghakiman. Data Statistik Korea menunjukkan bahwa angka bunuh diri pada pria lebih tinggi, sementara perempuan lebih berisiko akibat rasa malu dari warisan seksisme parokial di Korea Selatan.

5. Budaya dan Sanksi Sosial yang Tidak Kenal Ampun

Budaya dan sanksi sosial yang “tidak kenal ampun” di Korea Selatan juga menjadi faktor utama. Breen menyoroti ketidaktersediaan siklus pertobatan, pengampunan, dan belas kasihan dalam sistem hukum Korea Selatan. Hal ini menciptakan rasa malu yang sangat besar di masyarakat, mendorong beberapa individu untuk memilih bunuh diri sebagai cara untuk menghindari penghinaan publik yang pendendam.

6. Penyebab Lainnya

Data dari Korea Psychological Autopsy Center mengungkapkan beberapa penyebab utama bunuh diri, seperti masalah kesehatan mental, masalah keluarga, masalah ekonomi, masalah di tempat kerja, dan masalah kesehatan fisik.

Pemerintah Korea Selatan diharapkan untuk mengambil tindakan proaktif dengan mengakui bahwa bunuh diri adalah masalah yang bisa dialami semua orang. Diperlukan pula upaya terpadu dan multidisiplin untuk mengatasi masalah kompleks ini.

Perubahan di bidang kesehatan mental, dukungan ekonomi, dan perubahan budaya penggemar adalah beberapa area yang harus menjadi fokus dalam upaya mitigasi bunuh diri di Korea Selatan.