Jakarta, tiradar.id – Pendekatan terhadap seseorang yang mengalami putus asa dan berpikir untuk mengakhiri hidupnya memerlukan pemahaman dan respons yang bijak.
Psikolog klinis Nirmala Ika, lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, menekankan pentingnya mendengarkan, memvalidasi, dan menerima perasaan seseorang dalam kondisi putus asa.
- Mendengarkan dan Menerima Perasaan
Menurut Ika, langkah awal yang krusial adalah mendengarkan tanpa menghakimi. Orang yang merasa putus asa memerlukan ruang untuk berbicara tentang perasaan dan pikirannya. Jangan terburu-buru memberikan nasihat positif atau solusi, melainkan hadir dengan penuh perhatian untuk memahami dan menerima mereka apa adanya.
- Pentingnya Validasi Emosional
Proses validasi emosional menjadi kunci. Seseorang yang merasa putus asa perlu merasa bahwa perasaannya dihargai dan dipahami. Hindari penilaian atau penghakiman yang dapat memperburuk kondisinya. Menunjukkan empati dan pengertian dapat membantu membangun kepercayaan dan kenyamanan bagi mereka yang mengalami kesulitan ini.
- Ciri-Ciri Orang yang Putus Asa
Identifikasi ciri-ciri orang yang mungkin berpikir untuk mengakhiri hidupnya dapat menjadi langkah preventif. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan termasuk perubahan suasana hati yang bertahan lama, isolasi diri, kehilangan minat pada aktivitas yang disukai, serta perilaku berpotensi membahayakan diri.
- Tanggapi dengan Serius dan Preventif
Jika seseorang membicarakan bunuh diri dan menunjukkan faktor risiko, respons serius diperlukan. Sesuai dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 700.000 orang bunuh diri setiap tahunnya. Singkirkan segala benda yang dapat digunakan untuk upaya bunuh diri dan ajak orang tersebut untuk mencari bantuan profesional.
- Pemahaman Terhadap Faktor Risiko
Bunuh diri seringkali terkait dengan berbagai faktor dan tantangan sosial, ekonomi, budaya, dan psikologis. Kejadian kehidupan yang penuh tekanan seperti kehilangan mata pencaharian, tekanan akademis, atau putusnya hubungan dapat menjadi pemicu. Pemahaman terhadap faktor risiko ini dapat membantu dalam memberikan dukungan yang lebih efektif.
Mendengarkan, memvalidasi, dan menerima perasaan seseorang merupakan langkah awal yang penting dalam membantu orang yang putus asa.
Selanjutnya, memahami ciri-ciri dan faktor risiko bunuh diri serta merespons dengan serius dapat menjadi langkah-langkah preventif yang efektif.
Dalam situasi ini, dukungan profesional dan bantuan dari orang terdekat menjadi kunci untuk membantu seseorang mengatasi rasa putus asa dan menemukan jalan keluar dari kegelapan yang mereka alami.


