Ragam  

Temuan Terbaru, Manfaat Tidak Makan Daging bagi Penderita Sirosis

Jakarta, tiradar.id – Penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Clinical and Translational Gastroenterology telah mengungkapkan bahwa gejala penyakit hati seperti sirosis dapat terbantu dengan mengurangi konsumsi daging secara periodik.

Ini merupakan kabar baik bagi mereka yang menderita penyakit hati stadium lanjut, di mana kadar amonia yang tinggi menjadi masalah serius.

Sirosis, kondisi yang ditandai dengan fungsi hati yang terganggu, sering kali menyebabkan peningkatan kadar amonia dalam tubuh karena hati tidak dapat mengeluarkan racun tersebut. Dampaknya bisa sangat serius karena racun tersebut dapat mencapai otak dan menyebabkan komplikasi serius.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa beralih ke pola makan vegetarian dapat membantu menurunkan kadar amonia pada penderita penyakit hati yang mengalami masalah kognitif. Namun, perubahan pola makan yang drastis sering kali sulit diimplementasikan dalam jangka panjang.

Dalam upaya untuk mengeksplorasi alternatif yang lebih mudah diterapkan, tim peneliti terlibat dalam studi yang melibatkan 30 penderita sirosis yang memiliki kecenderungan untuk mengonsumsi daging. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok diberi satu dari tiga jenis burger dengan kandungan protein yang sama.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi burger tanpa daging dapat mengurangi kadar amonia dalam tubuh penderita sirosis. Sampel darah dan urine yang diambil sebelum dan sesudah makan menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam kadar amonia tergantung pada jenis burger yang dikonsumsi.

Selain itu, peningkatan kadar asam amino pada urine kelompok pasien yang mengonsumsi burger daging mengindikasikan risiko yang lebih tinggi terhadap ensefalopati hepatik, suatu kondisi yang terkait dengan disfungsi otak pada penderita sirosis.

Dr. Jasmohan Bajaj, salah satu penulis studi tersebut, menekankan pentingnya perubahan sederhana dalam pola makan pasien sirosis. Bahkan sesekali melewatkan konsumsi daging dalam satu waktu makan dapat memberikan manfaat yang signifikan.

Meskipun demikian, ia juga menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami lebih dalam dampak dari mengonsumsi makanan tanpa daging bagi penderita sirosis. Hal ini tidak hanya terkait dengan penurunan kadar amonia, tetapi juga potensi dalam mencegah gangguan fungsi otak dan perkembangan penyakit hati secara keseluruhan.

Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam pola makan dapat memiliki dampak besar bagi kesehatan penderita sirosis. Dengan demikian, memperhatikan aspek diet secara teratur dapat menjadi salah satu strategi yang penting dalam manajemen penyakit hati yang efektif.