Ragam  

Meluruskan Makna dan Arti Kata ‘Mukbang’ yang Sebenarnya

Jakarta, tiradar.id – Seorang YouTuber asal Filipina, Dongz Apatan (38), meninggal dunia setelah membuat video makan nasi dan 13 potong ayam goreng bersamaan. Kejadian ini membuka kembali diskusi tentang fenomena mukbang dan risiko yang mungkin terkait dengannya.

Mukbang, yang berasal dari Korea Selatan, merupakan kombinasi dari dua kata, “moengneun” yang berarti makan, dan “bangsong” yang berarti siaran. Mukbang secara sederhana adalah video streaming di mana penonton menyaksikan pembawa acara makan.

Meskipun kini mukbang diasosiasikan dengan konsumsi makanan dalam jumlah besar, secara harfiah mukbang tidak berarti demikian. Dalam bahasa Inggris, mukbang diterjemahkan sebagai “eatcast”, yang juga tidak mengandung makna makan dalam porsi besar.

Fenomena mukbang mulai populer di Korea Selatan pada tahun 2010. Ide ini berawal dari gagasan bahwa makan sendirian sangat menyedihkan, sehingga banyak orang yang akhirnya memilih untuk menonton orang lain makan melalui tayangan streaming.

Mukbang biasanya dilakukan secara live streaming atau pre-recorded di platform seperti Afreeca, YouTube, dan Twitch. Selama siaran langsung, mukbangers atau orang yang menayangkan video akan berinteraksi dengan penonton, sehingga penonton merasa tidak makan sendirian.

Kenapa Mukbang Berubah Menjadi Makan Besar?

Tidak ada aturan baku dalam mukbang yang menyebutkan harus makan dalam porsi besar. Ini lebih kepada kreativitas para content creator untuk menarik penonton. Selain itu, beberapa orang memang memiliki nafsu makan yang besar, sementara yang lain mengikuti tren karena mengetahui hal tersebut disukai oleh penggemar.

Mukbang tidak lepas dari kontroversi. Selain dianggap tidak aman untuk kesehatan, konten ini juga sering dianggap sebagai food waste atau pemborosan makanan. Kejadian yang menimpa Dongz Apatan membuat pemerintah Filipina mempertimbangkan untuk melarang konten mukbang. Hal ini menunjukkan bahwa mukbang memiliki dampak yang signifikan, baik dari segi kesehatan maupun sosial.

Mukbang di Indonesia

Di Indonesia, konten mukbang juga cukup populer. Banyak YouTuber lokal yang mencoba membuat konten mukbang dengan berbagai jenis makanan, dari makanan tradisional hingga makanan cepat saji. Namun, melihat dari kejadian yang menimpa Dongz Apatan, penting untuk mengedukasi content creator dan penonton tentang risiko kesehatan yang mungkin timbul dari makan dalam porsi besar.

Konten mukbang seharusnya tidak hanya dilihat dari seberapa banyak makanan yang bisa dikonsumsi, tetapi juga bagaimana menciptakan pengalaman makan yang menyenangkan dan interaktif bagi penonton tanpa mengorbankan kesehatan. Penting untuk mengingat bahwa makan berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan dapat menyebabkan masalah serius seperti yang dialami oleh Dongz Apatan.

Fenomena mukbang memang menawarkan hiburan dan interaksi yang menarik bagi penontonnya. Namun, penting bagi kita untuk tetap mempertimbangkan kesehatan dan etika dalam membuat dan menonton konten tersebut. Kejadian tragis yang menimpa Dongz Apatan seharusnya menjadi pengingat bahwa kesehatan harus tetap menjadi prioritas utama.