Jakarta, tiradar.id — Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali kejayaan lagu anak-anak di Indonesia. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa kementeriannya secara aktif memfasilitasi para pencipta lagu agar dapat melahirkan lebih banyak karya yang relevan bagi anak-anak masa kini.
“Lagu anak saat ini memang tak sepopuler zaman saya kecil dulu. Karena itu, perlu ada afirmasi dan dukungan bagi para pencipta lagu anak,” ujar Fadli saat ditemui di Gedung Kemenbud, Jakarta, Rabu (22/7/2025).
Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, Kemenbud menyelenggarakan Lomba Cipta Lagu Anak, yang tak hanya ditujukan bagi pencipta profesional, tetapi juga membuka ruang bagi anak-anak berbakat dalam menciptakan lagu. Tujuannya adalah membangun kembali ekosistem lagu anak yang edukatif dan menyenangkan.
Selain mendukung lagu anak, Fadli Zon juga mendorong kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menghidupkan kembali lagu-lagu nasional di lingkungan sekolah. Ia mengusulkan agar lagu-lagu seperti Maju Tak Gentar, Syukur, Hari Kemerdekaan, hingga Garuda Pancasila diaransemen ulang agar lebih sesuai dengan selera anak zaman sekarang.
“Anak-anak perlu dikenalkan kembali pada lagu-lagu kebangsaan kita. Lewat aransemen ulang yang modern dan mudah diakses, mereka bisa lebih dekat dengan semangat nasionalisme,” tutur Fadli.
Menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, langkah revitalisasi lagu-lagu nasional ini dianggap penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini. Tak hanya itu, Kemenbud juga akan menggelar acara penghargaan bagi para penyanyi lagu anak era terdahulu sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam dunia musik anak.
“Melalui apresiasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa pernah ada masa ketika lagu anak-anak menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ini penting untuk menginspirasi generasi baru,” tambah Fadli.
Kolaborasi lintas kementerian pun terus digagas untuk memperkuat upaya pelestarian budaya melalui media lagu, baik itu dalam bentuk lagu anak, lagu daerah, maupun lagu nasional.
Dengan program-program ini, Kemenbud berharap lagu anak tidak hanya kembali hidup, tetapi juga berkembang sebagai bagian penting dari pendidikan dan kebudayaan Indonesia.
Sumber: ANTARA
