Hari Ini Ribuan Buruh Akan Gelar Aksi Serentak di Seluruh Indonesia, Ini Enam Tuntutannya

Massa buruh dari Partai Buruh menggelar aksi di depan Patung kuda, Jakarta, Rabu, (12/10/2022). Ada 6 tuntutan yang disuarakan dalam aksinya Di antaranya tolak kenaikan BBM dan PHK. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, tiradar.id – Ribuan buruh dari berbagai daerah di Indonesia hari ini, Kamis (28/8), menggelar aksi demonstrasi serentak menuntut perbaikan nasib pekerja. Di Jakarta, massa buruh memusatkan aksinya di depan Istana Negara dan Gedung DPR RI.

Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyebut sekitar 10 ribu buruh dari wilayah Jabodetabek akan turun ke jalan. Sementara di berbagai provinsi lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, hingga Sulawesi, aksi serupa juga digelar serentak.

“Sekitar 10 ribu buruh dari Jabodetabek akan masuk ke Jakarta. Sementara di kota-kota industri lain jumlahnya puluhan ribu. Aksi ini kami namakan Hostum atau Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah,” kata Said Iqbal, Rabu (27/8).

Enam Tuntutan Buruh

Dalam aksi yang diklaim berlangsung damai, massa buruh membawa enam tuntutan utama, yaitu:

  1. Hapus outsourcing dan tolak upah murah.

  2. Stop PHK dengan membentuk Satgas PHK.

  3. Reformasi pajak perburuhan: naikkan PTKP menjadi Rp7,5 juta per bulan, hapus pajak pesangon, THR, JHT, serta diskriminasi pajak bagi perempuan menikah.

  4. Sahkan Rancangan Undang-undang Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law.

  5. Sahkan RUU Perampasan Aset untuk memberantas korupsi.

  6. Revisi RUU Pemilu untuk redesain sistem Pemilu 2029.

Rute Aksi Massa

Massa buruh dari Karawang, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, dan Jakarta mulai bergerak sejak pagi menuju pusat aksi. Buruh dari Cikarang dan Cikupa menggunakan jalan tol, sedangkan dari Bogor dan Depok melalui Jalan Raya Bogor. Sementara massa dari Pulo Gadung dan Sunter bergerak lewat jalur arteri menuju DPR RI.

Tak hanya di Jakarta, aksi buruh juga digelar di sejumlah kota besar seperti Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Banda Aceh, Batam, Bandar Lampung, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, Makassar, hingga Gorontalo.

Rekayasa Lalu Lintas dan Pengamanan

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan. Jika jumlah massa membeludak, arus lalu lintas akan dialihkan.

“Kami juga menyiapkan langkah pengamanan jika massa masuk ke ruas Tol Dalam Kota. Pengalihan arus di sejumlah exit tol sudah disiapkan,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin.

Untuk menjaga keamanan, sebanyak 4.531 personel gabungan dikerahkan. Pasukan ini terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengimbau agar buruh menyampaikan aspirasi secara damai tanpa mengganggu ketertiban umum.
“Kami mohon agar para buruh menjaga ketertiban, menyampaikan aspirasi sesuai aturan, dan tidak melakukan tindakan anarkis,” tegas Ade Ary.