Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Sempurnakan Program Makan Bergizi Gratis

Murid SD YPK 14 Maranatha Manokwari saat menikmat makan gratis bergizi di Manokwari, Selasa (18/2/2025). ANTARA/Ali Nur Ichsan

Bandung, tiradar.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak lagi ditemukan kasus keracunan akibat makanan.

“Tapi kita mau zero error, kita mau zero defect. Walaupun sangat sulit, tapi kita harus. Kita sudah perintahkan semua dapur untuk menggunakan alat-alat terbaik dalam proses pembersihan. Jadi, kita akan sempurnakan terus,” ujar Presiden Prabowo dalam orasi ilmiah pada acara wisuda Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10/2025).

Presiden mengakui bahwa program MBG belum sepenuhnya sempurna. Sejak diluncurkan, masih ditemukan sejumlah kasus anak mengalami gangguan pencernaan atau keracunan makanan. Namun, ia menegaskan bahwa hal itu tidak berarti program tersebut gagal.

“Dalam pelaksanaan sampai sekarang, ada beberapa ribu anak yang sakit perut, keracunan makanan. Tapi yang dibesarkan adalah keracunan, seolah-olah program ini harus dihentikan,” ujarnya.

Prabowo memaparkan, hingga kini program MBG telah menjangkau 36,2 juta penerima manfaat, dengan total lebih dari 1,3 hingga 1,4 miliar porsi makanan yang telah disalurkan. Dari jumlah itu, tercatat sekitar 8.000 kasus keracunan makanan, atau setara dengan 0,0007 persen, yang menunjukkan tingkat keberhasilan program mencapai 99,99 persen.

“Jadi di mana ada usaha manusia yang 99,99 persen berhasil, dibilang gagal. Tapi kita tidak mau ada satu pun, tidak boleh ada satu pun anak yang sakit,” tegasnya.

Menurut Presiden, kasus keracunan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kualitas bahan makanan serta kebersihan proses pengolahan dan penyajian. Karena itu, ia meminta agar standar higienitas di seluruh dapur pelaksana program terus ditingkatkan.

“Mungkin karena makanan kurang bagus, kurang bersih, dan sebagainya. Tapi kalau 1,4 miliar dibagi 8.000, ini masih dalam koridor sains. Tapi tetap, kita harus perbaiki,” jelasnya.

Selain itu, Prabowo juga menekankan pentingnya edukasi kebersihan kepada anak-anak penerima manfaat. Ia meminta para guru untuk turut mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat sebelum anak-anak menikmati makanan yang disediakan.

“Kalau perlu, harus diajarkan bagaimana makan pakai sendok, untuk mencegah penularan virus atau bakteri dari mana saja. Ini saya tekankan karena sangat penting,” tuturnya.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendukung kualitas sumber daya manusia di masa depan.