Akibat kemarau panjang, 329 kasus kebakaran terjadi di Kabupaten Purwakarta

Purwakarta, tiradar.id,- Sebanyak 329 kasus kebakaran terjadi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mulai terhitung periode awal bulan Januari hingga 20 September 2026.

 

Jumlah kasus kebakaran tersebut, diantaranya 252 kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), 34 kasus kebakaran pemukiman dan sisanya merupakan kasus kebakaran kendaraan hingga tower listrik.

 

Namun untuk jumlah kasus kebakaran terbanyak dalam kurun waktu satu hari, terjadi pada 15 September 2026, dengan total 16 kasus kebakaran, dimana 2 kasus diantaranya telah di tangani BPBD Purwakarta dan masyarakat setempat.

 

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta, Juddy Herdiana di ruang kerjanya di kantor tersebut. Senin (21/9/2026) sore.

 

“Paling terbanyak kasus kebakaran dalam sehari terjadi pada 15 September lalu, dengan total 16 kasus yang dilaporkan” ujar Juddy Herdiana.

 

Juddy menambahkan, dari jumlah kasus kebakaran yang melanda wilayah Purwakarta, paling banyak terjadi pada kebakaran hutan dan lahan yang mencapai 76,59 persen, dibanding jenis kebakaran lainnya.

 

“Kebakaran karhutla paling banyak persentasenya hingga 76,59 persen” jelas Juddy.

 

Kadis Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta pun mengakui, selama penanganan kasus kebakaran di wilayah Purwakarta, juga harus menghadapi beberapa kendala, diantaranya personil, armada dan pasokan air yang terbatas akibat kemarau panjang.

 

“Kita pasokan air untuk keperluan pemadaman sudah bekerjasama dengan pihak PDAM Purwakarta” ungkap Juddy Herdiana.

 

Ternyata di musim kemarau panjang kali ini, personil dari Damkar Kabupaten Purwakarta, tidak hanya menangani kasus kebakaran, tetapi para personilnya pun harus menangani sejumlah jenis hewan yang terdampak kekeringan atau kebakaran akibat kemarau, karena hewan hewan seperti ular dan biawak turun ke pemukiman untuk mencari makan, karena habitatnya terdampak musim kemarau.

 

“Personil Damkar tidak hanya menangani kebakaran, tetapi harus menangani hewan liar seperti ular dan biawak yang masuk ke pemukiman warga akibat kemarau” kata Juddy.

 

Untuk penanganan rescue sendiri, tercatat ada 1246 kasus, mulai rescue hewan liar, sarang tawon, tenggelam, hingga longsor, dimana 40,9 persen diantaranya berkaitan dengan penanganan hewan. (Supriyadi)