Jakarta, tiradar.id – Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati menghadapi kesulitan dalam mengidentifikasi jenazah korban kebakaran di Gedung Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat. Hal ini disebabkan oleh kondisi jenazah yang terbakar parah, sehingga sulit dikenali secara visual.
“Kondisi korban yang terbakar parah menjadi kendala utama dalam proses identifikasi visual,” ujar Kabid Disaster Victim Identification (DVI) Rodokpol Pusdokkes Mabes Polri, Kombes Pol Ahmad Fauzi, pada Minggu (18/1).
Tantangan Identifikasi di Lokasi Umum
Menurut Ahmad Fauzi, kebakaran ini tergolong sebagai “open disaster,” karena terjadi di lokasi umum yang dapat diakses siapa saja. Oleh karena itu, jumlah pasti korban masih belum jelas, dan ada kemungkinan korban yang tidak dilaporkan oleh keluarganya.
“Kemungkinan jumlah korban bisa lebih dari 14 orang, mengingat keluarga korban bisa saja tidak melapor karena tidak menyadari ada anggota keluarga yang menjadi korban,” tambahnya.
Hingga saat ini, pihak RS Polri telah menerima delapan kantong jenazah yang dievakuasi dari lokasi kejadian. Selain itu, 14 keluarga telah melaporkan kehilangan anggota keluarga dan memberikan data ante mortem untuk membantu proses identifikasi.
Proses Identifikasi DNA
Tim DVI RS Polri menggunakan metode pencocokan DNA untuk mengidentifikasi korban. Data ante mortem yang dikumpulkan dari keluarga korban akan dibandingkan dengan data post mortem dari kantong jenazah yang tersedia.
“Petugas telah mulai melakukan pemeriksaan dan pengambilan DNA dari bagian tubuh dalam kantong jenazah. Tidak menutup kemungkinan satu kantong berisi bagian tubuh dari beberapa orang,” ungkap Ahmad Fauzi.
Proses ini diperkirakan membutuhkan waktu satu hingga dua pekan, atau bahkan lebih lama, tergantung pada kondisi barang bukti yang dikirim ke laboratorium.
“Kondisi barang bukti yang terbakar menjadi salah satu faktor yang memperlambat proses identifikasi,” jelasnya.
Fasilitas dan Sumber Daya Lengkap
Meskipun proses identifikasi menghadapi berbagai tantangan, Ahmad Fauzi menegaskan bahwa fasilitas serta sumber daya manusia di RS Polri Kramat Jati sudah memadai untuk menangani kasus ini. Namun, pendalaman data ante mortem dari keluarga korban tetap menjadi fokus utama.
Setelah proses pencocokan selesai dan hasil DNA menunjukkan kecocokan, pihak RS Polri akan segera mengumumkan identitas korban yang berhasil diidentifikasi.
Proses identifikasi ini menjadi langkah penting untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban dan mengungkap jumlah pasti korban tragedi kebakaran di Glodok Plaza.


