Bisnis  

Bank Victoria Syariah Resmi Berubah Nama Jadi Bank Syariah Nasional

Bank Victoria Syariah kini berganti nama menjadi Bank Syariah Nasional

Jakarta, tiradar.id – PT Bank Victoria Syariah (BVIS) kini resmi berganti nama menjadi Bank Syariah Nasional (BSN). Perubahan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) selaku pemegang saham pengendali.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa perubahan nama ini juga diikuti dengan penyesuaian Anggaran Dasar (AD) agar selaras dengan karakteristik bank-bank BUMN.

“Karena ujungnya ini milik negara, bukan milik keluarga, jadi pasti ada banyak penyesuaian dalam anggaran dasar,” kata Nixon usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (22/8).

Perubahan Pengurus BSN

Selain pergantian nama, RUPSLB juga menetapkan susunan baru jajaran pengurus BSN. Alex Sofjan Noor ditunjuk sebagai Direktur Utama BSN. Sebelumnya, Alex menjabat sebagai Project Director Tim Strategi Pengembangan Syariah (TSPS) BTN.

Sementara itu, Bahrullah Akbar ditunjuk sebagai Komisaris Utama BSN. Bahrullah merupakan Guru Besar Keuangan Publik IPDN dan pernah menjabat sebagai Anggota BPK RI periode 2011–2017 dan 2019–2021, serta Wakil Ketua BPK RI periode 2017–2019. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Komisaris Utama Bank DKI dan Ketua Umum Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI) periode 2023–2026.

Arah Besar Transformasi Syariah BTN

BTN sebelumnya telah resmi mengakuisisi mayoritas saham BVIS senilai Rp1,5 triliun sebagai bagian dari rencana spin-off BTN Syariah yang ditargetkan terlaksana pada Oktober atau November 2025.

Dengan kesepakatan yang berlangsung dalam RUPSLB, BTN kini menguasai 99,99 persen saham BVIS, sementara sisanya 0,0016 persen masih dimiliki oleh Balai Harta Peninggalan (BHP) Jakarta.

Nixon menambahkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan persetujuan terhadap rencana akuisisi BVIS sebagai cangkang Bank Umum Syariah (BUS). Proses ini juga sudah mendapatkan restu Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian BUMN serta dukungan Danantara Indonesia.

“Harapan kami, Bank Syariah Nasional dapat menjadi bank syariah nomor dua terbesar di Indonesia,” ujar Nixon.