Subang, tiradar.id — Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang merilis laporan pemantauan harga rata-rata bahan pokok dan barang penting yang dilakukan di Pasar Baru Subang pada Senin, 23 Juni 2025. Berdasarkan hasil monitoring, secara umum harga bahan pokok terpantau stabil, meskipun beberapa komoditas hortikultura mengalami fluktuasi cukup signifikan.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain cabai rawit hijau yang melonjak drastis dari Rp32.000 menjadi Rp50.000 per kilogram, naik sebesar 56 persen. Selain itu, harga cabai merah keriting naik Rp5.000 menjadi Rp35.000/kg. Kenaikan juga tercatat pada telur ayam broiler yang naik menjadi Rp29.000/kg, serta tomat merah super yang naik dari Rp12.000 menjadi Rp20.000/kg.
Sebaliknya, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga. Daging ayam kampung turun dari Rp65.000 menjadi Rp60.000 per ekor, dan bawang merah turun dari Rp42.000 menjadi Rp40.000/kg. Penurunan signifikan juga terlihat pada harga sawi hijau yang turun hingga 50 persen, dari Rp8.000 menjadi Rp4.000/kg.
Untuk komoditas lain seperti beras, gula pasir, minyak goreng (baik curah maupun kemasan), daging sapi, susu, dan garam, harga tetap stabil tanpa perubahan signifikan. Harga minyak goreng kemasan sederhana berada di angka Rp20.000/liter, sementara minyak goreng curah Rp18.000/kg.
Selain bahan pokok, DKUPP juga mencatat harga bahan bangunan dan barang penting lainnya. Harga semen, besi, kayu, paku, dan gas elpiji 3 kg tidak mengalami perubahan dari hari sebelumnya. Harga logam mulia juga tetap stabil, dengan emas 24 karat tercatat Rp1.800.000/gram.
Kepala DKUPP Kabupaten Subang, Bambang Suhendar, menyampaikan bahwa meskipun ada fluktuasi harga di sejumlah komoditas hortikultura, pasokan dan stok bahan pokok di pasar terpantau aman. Ia juga menegaskan pentingnya pemantauan berkala agar kestabilan harga tetap terjaga menjelang potensi gejolak harga di masa mendatang.
Laporan ini disusun berdasarkan hasil sampling dan responden dari pedagang di pasar tradisional, sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat Subang.


