Bisnis  

Menteri Teten Dorong UMKM untuk Segera Masuki Ranah Digital

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (kanan) dalam acara Hajatan UMKM yang digelar di Fresh Market Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (6/8/2023). ANTARA/Adimas Raditya/aa.

Jakarta, tiradar.id – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki, mendorong agar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus mengembangkan kehadirannya di sektor digital, salah satunya melalui pembayaran tanpa uang tunai.

“Penggunaan aplikasi dan pembayaran tanpa uang tunai berbasis digitalisasi akan membantu para pedagang mencapai pasar yang lebih luas. Semoga banyak startup yang dapat membantu pertumbuhan UMKM,” ujar Teten saat acara Hajatan UMKM di Tangerang Selatan pada hari Minggu (6/8/2023).

Menteri Teten menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, terutama selama pandemi COVID-19.

Dia menyatakan bahwa sektor kuliner UMKM memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Terlebih lagi, setiap daerah di Indonesia memiliki kuliner dengan cita rasa dan keunikan sendiri, yang menjadi nilai tambah dalam perdagangan.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM mendorong kolaborasi antara UMKM, pasar lokal, dan startup pembayaran digital.

Dia menyebutkan bahwa literasi digital, khususnya dalam mengakses pasar, merupakan tantangan besar dalam pengembangan UMKM.

“Padahal, pasar ini masih sangat terbuka, terutama di wilayah pinggiran kota besar dan daerah tertinggal, terdepan, serta terluar. Potensi pasar tradisional juga sangat besar. Kota-kota sekunder ini juga perlu mendapatkan perhatian,” ungkapnya.

Selain itu, ia menyatakan bahwa digitalisasi di sektor UMKM juga akan memberikan manfaat berupa efisiensi biaya karena tidak memerlukan toko fisik bagi para pedagang.

Ini diyakini akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan para pedagang.

“Tidak perlu lagi menyewa toko atau tempat dengan biaya tinggi. Semakin besar pasar, maka pendapatan akan semakin meningkat,” katanya.

Teten menambahkan bahwa hingga saat ini, pemerintah telah berhasil mendigitalisasi lebih dari 21 juta UMKM.

Namun, pemerintah terus berupaya mencapai target digitalisasi untuk 30 juta UMKM pada tahun 2024.

Percepatan transformasi digital dilakukan untuk memastikan potensi ekonomi digital sebesar Rp 4.531 triliun pada tahun 2030 dapat dioptimalkan oleh pelaku UMKM dan masyarakat Indonesia.(*)

Berita ini sudah dimuat di ANTARANews.com dengan judul Menteri Teten dorong UMKM terus merambah sektor digital