Agar Bisa Impor Beras 1 Juta Ton, Pemerintah Indonesia Lobi India

Beranda Bisnis Bulog Kesulitan Impor Beras, Negara Pemasok Batasi Ekspor Reporter Riani Sanusi Putri Editor Agung Sedayu Jumat, 11 Agustus 2023 14:40 WIB image-gnews Bagikan image social image social image social image social Aktivitas pembongkaran beras impor dari Thailand di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 29 Mei 2023. Pemerintah telah mengalokasikan kuota impor beras sebanyak 2 juta ton sepanjang 2023 kepada Perum Bulog, sebanyak 500.000 ton di antaranya direalisasikan hingga Mei 2023. TEMPO/Tony Hartawan Aktivitas pembongkaran beras impor dari Thailand di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 29 Mei 2023. Pemerintah telah mengalokasikan kuota impor beras sebanyak 2 juta ton sepanjang 2023 kepada Perum Bulog, sebanyak 500.000 ton di antaranya direalisasikan hingga Mei 2023. TEMPO/Tony Hartawan

Jakarta, tiradar.id – Menteri Perdagangan Indonesia, Zulkifli Hasan, baru-baru ini mengungkapkan pertemuannya dengan Menteri Perdagangan dan Industri India, Piyush Goyal, yang berlangsung di Jepang.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Zulkifli Hasan melakukan lobi agar India membuka keran ekspor beras mereka ke Indonesia sebesar 1 juta ton.

Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut, dirinya saat ini sedang mengirimkan surat resmi ke pemerintah India. Harapannya, permintaan Indonesia untuk mendapatkan impor beras sebanyak 1 juta ton bisa dipenuhi.

“Sudah India kita dapat sekarang, saya sudah ketemu, mudah-mudahan, lagi tulis surat, saya ketemu Pak Piyush kemarin di Jepang,” ungkap Zulkifli Hasan di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Selasa (31/10/2023).

Zulkifli Hasan juga menambahkan, “Akan diberikan. Saya minta 1 juta ton, tapi berapapun nanti yang bisa diberikan, kita terima kasih.”

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan kesulitan dalam mencari negara pemasok beras untuk diimpor. Hal ini terkait dengan pembatasan ekspor pangan yang diterapkan oleh sejumlah negara, termasuk India, yang baru-baru ini menghentikan ekspor beras.

“Kita ingin memperbesar cadangan strategis beras kita, tapi saat ini, mencari sumber impor beras sangat sulit,” ungkap Jokowi dalam sebuah pidato pada peringatan Dies Natalis IPB ke-60 pada Jumat (15/9).

Indonesia awalnya telah memiliki perjanjian untuk mengimpor beras dari India sebanyak 1 juta ton, namun rencana ini terpaksa dibatalkan karena India secara resmi menghentikan ekspor beras pada 20 Juli 2023 untuk mengamankan pasokan beras dalam negeri.

Diharapkan melalui diplomasi dan kerjasama, Indonesia dapat membuka pintu impor beras dari India untuk memenuhi kebutuhan beras di dalam negeri dan memastikan kelancaran pasokan pangan.