Jakarta, tiradar.id – Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, baru saja dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Sosial (Mensos).
Gus Ipul akan mengisi sisa masa jabatan yang ditinggalkan Tri Rismaharini, yang mengundurkan diri karena terlibat dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Timur.
Meski masa jabatannya tergolong singkat, sejumlah tantangan dan pekerjaan rumah menanti Gus Ipul. Salah satu prioritas utama adalah memperbaiki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Ini sejalan dengan arahan Menko PMK, Muhadjir Effendy, yang meminta Gus Ipul untuk merapikan data DTKS agar lebih akurat dan valid.
Menurut Gus Ipul, DTKS memiliki sifat dinamis, dengan data yang dapat berubah karena faktor-faktor seperti kematian penerima manfaat atau perubahan alamat.
Selain itu, terdapat kemungkinan adanya penerima manfaat yang belum terdaftar. Oleh karena itu, data DTKS harus terus diperbarui agar tetap valid.
Gus Ipul berkomitmen untuk menjalankan arahan Menko PMK dengan memastikan data DTKS menjadi lebih akurat dan transparan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko tindak pidana korupsi serta memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.