Pada Bank Dunia Indonesia Berkomitmen untuk Atasi Perubahan Iklim

Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani (kanan) dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Grup Bank Dunia Ajay Banga (kiri) di Gandhinagar India, Selasa (18/7/2023). ANTARA/HO-Instagram @smindrawati/aa.

Jakarta, tiradar.id – Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani dengan tegas menyatakan komitmen Pemerintah Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau saat bertemu dengan Presiden Grup Bank Dunia, Ajay Banga, dalam pertemuan bilateral di Gandhinagar, India, pada hari Selasa (18/7).

Saat ini, ekonomi hijau menjadi fokus utama strategi transformasi ekonomi Indonesia.

Sri Mulyani menyambut dengan baik dukungan dari berbagai pihak untuk menerapkan Mekanisme Transisi Energi, terutama dalam rangka mempensiunkan dini pembangkit listrik berbasis batu bara. Hal ini disampaikannya dalam pernyataan resmi di Jakarta pada hari Kamis.

Menkeu berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Bank Dunia untuk mempercepat transisi sektor energi di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Sri Mulyani juga mengungkapkan berbagai upaya reformasi di berbagai bidang yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui reformasi regulasi, termasuk Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), UU Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD), serta UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

Pertemuan bilateral ini berlangsung di sela-sela hari kedua Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 ke-3 di bawah Presidensi India yang telah dimulai sejak 17 Juli 2023.

Pada hari kedua dan penutupan pertemuan tersebut, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di India membahas beberapa topik penting.

Pada sesi pagi, Sri Mulyani membahas tentang International Financial Architecture (IFA), termasuk dukungan untuk negara-negara rentan, penguatan bank-bank pembangunan multilateral, serta dukungan bank pembangunan multilateral dan sektor swasta dalam menghadapi isu-isu terkini.

Dengan Mekanisme Transisi Energi yang telah diluncurkan sejak tahun sebelumnya, Indonesia dapat menjadi uji coba untuk melihat peran bank pembangunan multilateral dan swasta dalam proyek nyata.

Pada sesi siang, pembahasan beralih ke isu perpajakan internasional. Menkeu Sri Mulyani memberikan apresiasi atas kerja keras Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD) dan G20 dalam menyusun kerangka Base Erosion and Profit Shifting (BEPS), yang bertujuan untuk melindungi basis pajak dari masing-masing negara dan mencegah penghindaran pajak.

Sebagai penutup, Sri Mulyani juga membahas mengenai sektor keuangan dan inklusi keuangan, dimana dalam pelaksanaannya Indonesia mendukung Financial Stability Board (FSB) dalam mengatur dan mengawasi aset kripto dan stablecoin global.(*)

Berita ini sudah dimuat di ANTARANews.com dengan judul Menkeu tegaskan komitmen RI atasi perubahan iklim kepada Bank Dunia