Subang, tiradar.id – Penggunaan teknologi dalam pendidikan menawarkan manfaat besar, tetapi juga membawa tantangan, khususnya dampak psikososial yang dapat menghambat proses belajar siswa.
Salah satu dampak yang mencolok adalah fenomena lost learning, yaitu penurunan kualitas pembelajaran akibat ketergantungan berlebihan pada teknologi.
Dampak Psikososial Teknologi dalam Pendidikan
Penggunaan teknologi yang tidak terkontrol dapat memengaruhi siswa dalam beberapa aspek berikut:
- Mengurangi Interaksi Sosial Langsung
Ketergantungan pada perangkat teknologi membuat siswa cenderung terisolasi dan jarang berinteraksi secara langsung dengan teman sebaya. Padahal, interaksi sosial sangat penting untuk perkembangan emosional dan kognitif siswa. Tanpa interaksi ini, motivasi belajar siswa dapat menurun. - Gangguan Kesehatan Mental
Paparan layar dalam waktu lama dapat menyebabkan kelelahan mata, gangguan tidur, hingga kecemasan. Media sosial juga sering menciptakan tekanan untuk tampil sempurna, memicu rasa rendah diri, stres, dan pada akhirnya menghambat proses pembelajaran. - Kualitas Konten Digital yang Rendah
Tidak semua konten di internet memiliki nilai edukatif yang baik. Jika siswa tidak pandai memilah informasi, mereka bisa terjebak dalam konten yang tidak relevan atau bahkan misinformasi, yang dapat merusak kualitas pembelajaran. - Ketimpangan Akses Teknologi
Tidak meratanya akses terhadap perangkat teknologi dan internet menyebabkan sebagian siswa tertinggal dalam pembelajaran. Ketertinggalan ini menciptakan kesenjangan pendidikan yang semakin lebar.
Respon RTIK Subang terhadap Fenomena Lost Learning
Menanggapi tantangan ini, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Subang berupaya mencari solusi untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dalam pendidikan.
Ketua RTIK Subang, Wijaya Kusuma, menyatakan bahwa teknologi adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, teknologi memperkaya pembelajaran dan mengembangkan keterampilan abad ke-21. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, dampak negatifnya dapat mengganggu proses belajar siswa.
Salah satu penyebab utama lost learning adalah distraksi digital. Siswa sering kali lebih fokus pada media sosial, gim daring, atau konten hiburan dibandingkan belajar. Isolasi sosial yang ditimbulkan juga mengurangi rasa percaya diri, empati, dan motivasi belajar siswa.
Kukun Kurniawan, seorang pengajar dan pegiat literasi digital di Subang, menekankan pentingnya literasi digital sebagai solusi. Literasi digital tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga kesadaran dan etika dalam penggunaan teknologi. Siswa perlu dibimbing untuk memahami manfaat dan risiko teknologi, serta diajarkan cara mengelola waktu layar dengan bijak.
Upaya Preventif melalui Literasi Digital
Penerapan literasi digital dapat membantu siswa menggunakan teknologi secara bijak, seperti:
- Mengelola Waktu Penggunaan Gadget
Siswa belajar mengatur waktu layar sehingga tidak mengganggu aktivitas belajar. - Mencegah Cyberbullying
Dengan memahami risiko dan cara mencegahnya, siswa dapat melindungi diri dan teman-temannya. - Membedakan Informasi Akurat dan Hoaks
Literasi digital membantu siswa menilai sumber informasi secara kritis. - Berkomunikasi Secara Efektif dan Sopan
Kemampuan komunikasi yang baik membantu siswa menjalin hubungan yang sehat di dunia digital maupun nyata.
Selain itu, RTIK Subang juga mendorong pendekatan holistik dengan melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kegiatan seperti membaca buku fisik, diskusi kelompok, dan aktivitas kreatif di luar teknologi dapat membantu siswa menemukan kembali semangat belajar
Teknologi dalam pendidikan harus menjadi alat yang mendukung, bukan penghambat. Dengan literasi digital yang kuat dan pembelajaran yang seimbang antara teknologi dan interaksi langsung, risiko lost learning dapat diminimalkan.
Pendidikan yang berbasis nilai, kolaborasi, dan disiplin adalah kunci untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh secara emosional dan sosial. []
Disarikan dari artikel yang berjudul: Dampak Psikososial Penggunaan Teknologi pada Siswa yang Menyebabkan Lost Learning karya Kukun Kurniawan, M.Pd

