11 Juni Diperingati Sebagai Hari Bermain Internasional

Ilustrasi - Anak-anak bermain pecut egrang, di Kampung Baca Taman Rimba (Batara), Papring Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (3/8/2020). (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

Jakarta, tiradar.id – 11 Juni tidak lagi hanya tanggal biasa. Hari ini, kita merayakan dan memperingati sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya: Hari Bermain Internasional.

Keputusan ini, tertuang dalam Resolusi nomor A/RES/78/268 yang disepakati oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 25 Maret 2024, menandai tonggak sejarah dalam perlindungan dan pengakuan akan hak anak untuk bermain.

Bermain adalah hak mendasar setiap anak. Namun, dalam realitasnya, hak ini sering diabaikan atau bahkan dilupakan. Data dari PBB menunjukkan bahwa jutaan anak di seluruh dunia lebih memilih bekerja daripada bermain atau belajar. Ini adalah pandangan yang memprihatinkan, mengingat betapa pentingnya bermain sebagai sarana pertumbuhan dan perkembangan anak.

Sebagai contoh, hanya satu dari empat anak yang memiliki kesempatan untuk bermain di luar ruangan. Banyak anak dilarang untuk bermain oleh orang tua mereka atau orang dewasa lainnya. Namun, penting untuk diingat bahwa bermain bukan sekadar kesenangan; itu adalah proses pembelajaran yang kuat dalam semua aspek perkembangan anak.

Aktivitas bermain tidak hanya membangun ketangguhan fisik, tapi juga kreativitas, inovasi, dan karakter pada anak-anak. Dengan bermain, anak-anak belajar memecahkan masalah, mengatasi trauma, dan membangun hubungan sosial yang kuat. Mereka menggali dan memahami dunia di sekitar mereka melalui permainan.

Pentingnya bermain tidak hanya terbatas pada aspek individu. Dalam lingkungan pendidikan, pendekatan pembelajaran berbasis bermain telah terbukti efektif dalam mengaktifkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Bermain membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan relevan, meningkatkan motivasi dan retensi informasi.

Selain manfaat individual dan pendidikan, bermain juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Ini membantu membangun toleransi, ketahanan, dan inklusi sosial, serta dapat berperan dalam mencegah konflik dan membangun perdamaian.

Pengakuan atas pentingnya bermain tercermin dalam Konvensi PBB tentang Hak Anak, yang menetapkan bermain sebagai hak dasar setiap anak. Dengan penetapan Hari Bermain Internasional, kita mengambil langkah penting menuju dunia yang lebih baik, di mana setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang melalui bermain.

Selamat Hari Bermain Internasional! Mari kita perjuangkan hak setiap anak untuk bermain, karena di dalam permainan, mereka menemukan dunia dan diri mereka sendiri.