Angka 1 Bermahkota di Tulisan PGRI jadi Polemik

Tangkapan layar dari grup WA Suara Subang (ilustrasi)

Subang, tiradar.id– Beredarnya foto tulisan PGRI yang diganti angka satu bermahkota di media social, semakin menjadi polemik. Menurut Pengamat Kebangsaan dari Komunitas Penikmat Kopi Hitam, Pram Pratomo Qodarian, tulisan tersebut merupakan pelecehan terhadap nilai-nilai kebangsaan.

“Sudah jelas, hurup I di tulisan PGRI itu, merupakan kependekan dari kata Indonesia, atau nama bangsa kita, itu malah sok-sok an diganti dengan hurup i (kecil) yang disamarkan dengan angka 1 bermahkota,” ujar Pram, Rabu (9/10/2024).

Menurut Pram, dengan adanya tulisan tersebut di kaos sebuah organisasi, menjadi salahsatu bukti harus kembali dilakukannya screening terhadap para pengelola organisasi tersebut.

“Terlepas alasan mereka seperti apa? Harus ada screening terhadap mereka, ini menyangkut nilai-nilai kebangsaan,” tegas Pram.

Menurut Pram, dengan adanya tulisan tersebut, para pihak jangan menarik-narik dalam kontestasi politik yang saat ini tengah terjadi di Kabupaten Subang. Sebab, tambah Pram, kondisinya lebih serius dari yang ada.

“Ini konteks-nya jadi lebih luas. Ini berkaitan dengan nilai-nilai kebangsaan. Ini bisa jadi mereka mengkerdilkan nama bangs akita sendiri,” ucap Pram.

Menurut Pram, dirinya tidak mengharamkan para ASN atau organisasi profesi seperti guru turut dalam kontestasi politik. Karena menurut Pram, mereka memiliki hak untuk memilih.

“Tapi, jangan sampai melanggar undang-undang dan mengabaikan nilai-nilai kebangsaan,” tegas Pram.

Oleh karenanya, menurut Pram, kaos yang sudah beredar ke kalangan guru, supaya segera ditarik Kembali dan dilakukan pemusnahan, agar tidak menjadi persoalan yang lebih besar kemudian hari.

“Manfaat dan mudharatnya harus dilihat, dan saya melihat mudharatnya lebih besar, karenanya (kaos yang sudah beredar, red) harus ditarik dan dimusnahkan,” tegas Pram.

Sementara ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Subang, Aep Saepudin, belum bisa memberikan keterangan persnya kepada www.tiradar.id.(****)