Teheran, tiradar.id — Rencana rahasia Israel untuk melancarkan operasi false flag dengan mengebom wilayah Amerika Serikat dan menyalahkan Iran sebagai pelakunya, dilaporkan berhasil digagalkan. Informasi mengejutkan ini pertama kali diungkap oleh surat kabar Tehran Times pada Jumat (27/6).
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Iran berhasil membongkar rencana tersebut dan segera menginformasikan kepada pemerintah AS guna mencegah insiden yang berpotensi memicu konflik berskala besar antara Washington dan Teheran.
“Israel berniat melakukan serangan destruktif di dalam wilayah AS, lalu memalsukan bukti yang seolah-olah mengarah kepada Iran sebagai dalang di balik serangan tersebut,” tulis Tehran Times. Lebih jauh, dijelaskan bahwa operasi ini juga mencakup upaya memanipulasi opini publik Amerika Serikat serta menghasut agar dilakukan aksi militer terhadap Iran.
Iran disebut memperoleh informasi ini melalui kerja sama intelijen dengan negara sahabat. Setelah mendapatkan data yang kredibel, Teheran segera menyampaikan pesan peringatan kepada pejabat tinggi Amerika Serikat, yang kemudian mencegah terlaksananya rencana serangan bom tersebut.
Meski belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel maupun pemerintah AS terkait laporan ini, kabar tersebut menambah ketegangan dalam hubungan diplomatik di kawasan, terutama di tengah situasi geopolitik yang kian memanas di Timur Tengah.
Pihak berwenang Iran menegaskan bahwa langkah mereka menyampaikan informasi ini kepada AS menunjukkan komitmen Teheran dalam menjaga stabilitas dan mencegah pecahnya perang yang bisa berdampak luas bagi keamanan global.


