AS Desak Israel Sepakati Gencatan Senjata dan Pertukaran Tawanan di Gaza

Arsip foto - Petugas penyelamat mencari warga pada bangunan yang rusak akibat serangan udara Israel di Teheran, Iran (13/6/2025). ANTARA/Xinhua/Stringer/aa.

Washington, tiradar.id — Menteri Urusan Strategis Israel, Ron Dermer, menghadapi tekanan dari pemerintah Amerika Serikat selama kunjungannya ke Washington pada Senin (1/7). Dalam pertemuan tersebut, AS mendesak Israel untuk segera mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan dengan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, di Jalur Gaza.

Menurut laporan The Times of Israel, perundingan antara kedua pihak masih mengalami kebuntuan akibat perbedaan mendasar. Hamas bersikeras agar perang diakhiri secara permanen, sementara Israel hanya bersedia menghentikan pertempuran untuk sementara, dengan kemungkinan melanjutkan operasi militer di kemudian hari.

Selain itu, Hamas juga menuntut perubahan dalam sistem distribusi bantuan kemanusiaan. Mereka meminta agar bantuan kembali didistribusikan melalui mekanisme lama atau melalui sistem baru yang menggantikan Gaza Humanitarian Foundation (GHF), sebuah skema distribusi yang saat ini dijalankan oleh pihak swasta dengan dukungan Israel dan AS. Meski dinilai penting oleh Israel untuk mencegah penyalahgunaan oleh Hamas, sistem GHF memaksa warga Gaza menempuh jarak jauh dan melintasi zona militer Israel, yang sering kali berujung pada insiden penembakan mematikan.

Sementara itu, Haaretz melaporkan bahwa Gedung Putih, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, mendesak Dermer agar Israel menghentikan serangan dan mengutamakan pemulangan tawanan yang masih disandera oleh Hamas. Pemerintah AS bahkan menyampaikan bahwa misi “menumpas Hamas” sebaiknya ditunda dan tidak dijadikan prioritas saat ini.

Dari sisi pemerintah Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pernyataannya kepada Yedioth Ahronoth menegaskan bahwa penyelamatan para sandera kini menjadi prioritas utama pemerintahannya.

Saluran televisi Channel 12 mengabarkan bahwa militer Israel telah meminta pemerintah untuk segera mengambil keputusan strategis: melanjutkan operasi penuh di Gaza atau menyepakati kesepakatan pertukaran tawanan. Laporan itu menyebutkan bahwa kalangan militer lebih condong memilih opsi pertukaran tawanan.

Kunjungan Dermer ini disebut sebagai bagian dari persiapan menjelang kunjungan Netanyahu ke Washington yang dijadwalkan dalam dua pekan mendatang. Pemerintah AS dilaporkan berharap kesepakatan dapat tercapai sebelum pertemuan tersebut berlangsung.

Dalam laporan Channel 13, disebutkan bahwa militer Israel telah memberi tahu pemerintah bahwa hampir tidak ada lagi target penting yang tersisa di Gaza setelah lebih dari 19 bulan operasi darat, tanpa menimbulkan risiko besar terhadap keselamatan para sandera.

Presiden Trump, yang sebelumnya berhasil memediasi gencatan senjata antara Israel dan Iran pada 23 Juni lalu setelah 12 hari pertempuran, mengunggah pesan singkat namun tegas: “Buat kesepakatan di Gaza, pulangkan para sandera.” Pesan tersebut diyakini ditujukan langsung kepada Netanyahu sebagai bentuk tekanan tambahan dari sekutu terdekat Israel itu.