Surabaya, tiradar.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengkonfirmasi dan menyampaikan permohonan maaf atas kecelakaan kereta api yang terjadi di Emplasemen Stasiun Tanggulangin pada Ahad, pukul 07.57 WIB. Peristiwa tersebut melibatkan KA Pandalungan dengan relasi Gambir – Surabaya – Jember yang mengalami anjlok.
Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menyatakan bahwa jalur kereta api sementara tidak dapat dilalui sebagai dampak dari kecelakaan tersebut. Saat ini, tim PT KAI sedang berupaya melakukan evakuasi rangkaian KA Pandalungan yang terlibat dalam kejadian tersebut.
“Kami saat ini tengah berusaha mengevakuasi rangkaian KA Pandalungan tersebut. Upaya selanjutnya adalah perbaikan jalur rel yang mengalami kerusakan akibat kecelakaan ini,” ungkap Luqman Arif dalam keterangannya di Surabaya.
Lebih lanjut, Luqman Arif menyampaikan bahwa informasi lebih rinci terkait kejadian ini akan diumumkan pada kesempatan selanjutnya. Pihak PT KAI Daop 8 Surabaya memberikan jaminan bahwa segala upaya akan dilakukan untuk menangani situasi ini dengan sebaik-baiknya.
Sebelumnya, video yang merekam momen kejadian tersebar di media sosial, khususnya di akun Instagram Jaki Jetbus dan akun Aliqsafrudin. Video tersebut menunjukkan petugas yang melakukan pemeriksaan di belakang gerbong lokomotif KA Pandalungan. Sejumlah warga yang ingin melihat lebih dekat diarahkan untuk menjauh, karena proses evakuasi masih berlangsung.
Rekaman dari akun Aliqsafrudin juga menampilkan detik-detik kejadian anjloknya kereta, dengan ungkapan kekagetan, “Aduh, Masya Allah nyapo kae iku (ada apa itu), Astaghfirullah.”
PT KAI Daop 8 Surabaya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memantau informasi resmi dari pihak berwenang terkait proses evakuasi dan perbaikan jalur rel. Seluruh pihak berharap kejadian ini dapat segera diatasi dengan lancar dan tanpa menimbulkan dampak lebih lanjut.


