TNI Tangkap Oknum Pelaku Penembakan di Tol Tangerang

Foto: Getty Images/iStockphoto/uzhursky

Jakarta, tiradar.id – Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Mayjen Yusri Nuryanto, mengonfirmasi bahwa pelaku penembakan yang terjadi di Rest Area KM45 Tol Tangerang-Merak merupakan oknum anggota TNI. Pelaku tersebut telah diamankan di Puspomal, namun identitasnya belum diumumkan. Yusri juga belum mengungkapkan rincian terkait kronologi penangkapan dan motif di balik penembakan tersebut.

Peristiwa penembakan terjadi pada Kamis (2/1) dini hari di Rest Area KM45, Tol Tangerang-Merak, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten. Dalam kejadian ini, dua orang menjadi korban, yakni berinisial IAR dan RAB. Salah satu dari mereka, yang diketahui merupakan bos rental mobil, dilaporkan meninggal dunia akibat terkena peluru di bagian dada.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Cinangka, Cilegon, Ajun Komisaris Polisi Asep Iwan Kurniawan, memberikan klarifikasi terkait tuduhan yang beredar bahwa anggotanya menolak memberikan bantuan pendampingan kepada korban yang ingin menarik mobilnya di rest area tersebut. Asep menjelaskan bahwa anggota Polsek Cinangka, Brigadir Deri, tidak dapat memberikan bantuan karena kendaraan yang akan ditarik tersebut tidak memiliki legalitas yang jelas.

Pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.10 WIB, sekelompok tujuh pria yang menggunakan satu mobil minibus putih mendatangi Markas Polsek Cinangka dan mengaku berasal dari leasing. Mereka meminta bantuan untuk menarik mobil yang diduga terkait masalah leasing atau rental. Brigadir Deri, yang bertugas saat itu, memeriksa legalitas kendaraan tersebut namun tidak mendapat dokumen yang sah. Setelah berkonsultasi dengan Kapolsek Asep melalui telepon, Brigadir Deri diarahkan untuk menjelaskan kepada pemohon agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Asep menekankan pentingnya memastikan bahwa tindakan pendampingan yang dilakukan tidak melanggar aturan hukum, terutama karena proses penarikan mobil bisa menimbulkan risiko kerawanan atau perlawanan. Salah seorang dari kelompok pria tersebut kemudian mengaku sebagai pemilik mobil dan diminta untuk membuat laporan resmi sebagai dasar hukum bagi kepolisian.

Peristiwa penembakan ini semakin menambah kompleksitas situasi, dengan pertanyaan mengenai hubungan antara kejadian tersebut dan masalah kendaraan yang ingin ditarik. Pemeriksaan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap lebih banyak detail mengenai motif pelaku dan apakah ada kaitannya dengan proses penarikan kendaraan tersebut.

Sumber: ANTARA