Upaya Evakuasi WNI Relawan Rumah Sakit Indonesia dari Jalur Gaza

RS Indonesia di Gaza
Suasana RS Indonesia pasca pemadaman listrik tetap melanjutkan layanan operasi dan pengobatan dengan metode primitif akibat kekurangan bahan bakar di tengah pemboman Israel di wilayah Jabalia Jalur Gaza, Palestina (10/11/2023). ANTARA/REUTERS/Anadolu/Fadi Alwhidi/aa.

Jakarta, tiradar.id – Kementerian Luar Negeri tengah berkoordinasi dengan KBRI Kairo dan KBRI Amman untuk mengupayakan evakuasi tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan relawan Rumah Sakit Indonesia dari Jalur Gaza menuju Mesir.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha, menyatakan bahwa evakuasi akan dilakukan secepatnya.

Menurut informasi dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), organisasi kemanusiaan yang menaungi Fikri Rofiul Haq, Reza Aldilla Kurniawan, dan Farid Zanzabil Al Ayubi, ketiga relawan tersebut telah dievakuasi dari RS Indonesia di Gaza utara ke Gaza selatan. Namun, mereka masih menunggu untuk bisa dievakuasi keluar dari Gaza menuju pintu Rafah yang berbatasan langsung dengan Mesir.

Proses evakuasi WNI dari Gaza tidaklah mudah, seperti yang diungkapkan Judha. Setiap warga negara asing, termasuk WNI, harus dimasukkan dalam daftar evakuasi yang telah diperiksa dan disetujui oleh otoritas Mesir, Israel, dan Palestina sebelum diizinkan keluar dari Gaza.

“Prosesnya memang kompleks, tetapi akan kita upayakan,” ujar Judha, menegaskan bahwa proses evakuasi akan memanfaatkan jeda kemanusiaan yang telah disepakati antara Israel dan kelompok Hamas Palestina, meskipun belum jelas kapan kesepakatan tersebut akan efektif berlaku.

Judha menjelaskan bahwa awalnya, ketiga relawan WNI menyatakan tidak ingin dievakuasi karena mereka ingin melanjutkan kerja kemanusiaan di daerah tersebut. Namun, mengingat situasi konflik yang semakin memburuk, akhirnya mereka memutuskan untuk dievakuasi, dan Kemlu merespons permintaan tersebut dengan segera berkoordinasi dengan MER-C Jakarta.

Ketiga relawan tersebut saat ini dalam kondisi aman dan sehat. Setelah sebelumnya dilaporkan hilang kontak sejak 18 November, mereka sudah bisa dihubungi kembali oleh pihak Indonesia. Proses evakuasi dilakukan setelah serangan roket Israel terhadap RS Indonesia di Gaza utara pada Senin (20/11), yang menewaskan 12 orang dan melukai sejumlah lainnya.