Megawati Soekarnoputri Bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi, Bahas Palestina dan Kerja Sama dengan BRIN

Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri tiba di bandara Al Bateen Executive Airport, Abu Dhabi, UEA, Jumat (14/2/2025). ANTARA/HO-PDIP.

Abu Dhabi, tiradar.id – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, melakukan pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed, di Sea Palace, Uni Emirat Arab (UEA), pada Sabtu (15/2) malam waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, Megawati membahas sejumlah isu penting, termasuk kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, yang bertindak sebagai penerjemah dalam pertemuan itu, menjelaskan bahwa Megawati memperkenalkan BRIN kepada Pangeran Khaled dalam kapasitasnya sebagai Dewan Pengarah BRIN. Dengan 12 bidang kajian dan lebih dari 8.000 peneliti, BRIN berkomitmen untuk menghasilkan penelitian inovatif demi kemajuan Indonesia.

“Kami memiliki visi, misi, dan program agar BRIN dapat melahirkan penelitian inovatif bagi kemajuan Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk menjajaki kerja sama antara BRIN dengan lembaga penelitian dan inovasi di UEA,” ujar Zuhairi.

Pangeran Khaled menyambut baik gagasan kerja sama tersebut dan menunjukkan minat yang besar terhadap pengembangan riset dan inovasi. UEA, yang memiliki tantangan geografis dengan ratusan pulau, sangat berkepentingan dalam riset mengenai sanitasi dan penyediaan air bersih. Selain itu, UEA juga memberikan perhatian besar terhadap teknologi inovatif, seperti pengembangan teknologi kuantum.

Selain membahas kerja sama riset, Megawati juga mengangkat isu Palestina dalam pertemuan tersebut. Ia menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina, sejalan dengan semangat yang pernah disampaikan oleh Presiden Soekarno dalam Konferensi Asia-Afrika 1955.

“Kita harus berjuang bersama-sama untuk kemerdekaan Palestina, sebagaimana tertuang dalam Dasa Sila Bandung,” kata Zuhairi, menyampaikan pesan Megawati.

Sebelum bertemu Pangeran Khaled, Megawati menghadiri World Leaders Summit on Children’s Rights di Vatikan, yang membahas hak-hak anak, khususnya anak-anak korban perang di Palestina. Dalam forum yang dibuka oleh Paus Fransiskus tersebut, Megawati menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak di wilayah konflik dan menegaskan pentingnya perlindungan terhadap mereka sebagai masa depan peradaban dunia.

Dalam pertemuan di Abu Dhabi, Megawati juga mengundang Pangeran Khaled untuk mengunjungi Bali. Ia menekankan bahwa Bali memiliki makna tersendiri baginya, mengingat ibunda Presiden Soekarno berasal dari Bali. Pangeran Khaled menyatakan minatnya untuk berkunjung dan akan memberi kabar sebelum perjalanannya ke Pulau Dewata.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Megawati didampingi oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani, serta putra sulungnya, Mohamad Rizki Pratama. Hadir pula Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Pusat DPP PDIP, Andi Widjajanto, serta Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi.

Sementara itu, Pangeran Khaled didampingi oleh Menteri Energi Suhail, Menteri/Konsultan Sheikha Fatima, Maitha Bint Salem Al Shamsi, Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri, dan Kepala Staf Putra Mahkota Ahmed Alsaeeh.

Megawati mengapresiasi kemajuan yang telah dicapai oleh UEA, terutama keindahan dan tata kota Abu Dhabi. Pangeran Khaled pun merasa terharu atas penghargaan tersebut dan menganggap pertemuan ini sebagai langkah positif dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara.

Sebagai penutup, Megawati mendoakan agar Pangeran Khaled sukses dan bijaksana dalam memimpin UEA di masa depan. Pertemuan ini tidak hanya memperkuat hubungan Indonesia-UEA, tetapi juga membuka peluang kolaborasi di berbagai bidang strategis.