Kuningan, tiradar.id – Bupati Kuningan, Acep Purnama bersama Ketua Komisi Pemilihan Umum dan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Kuningan menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (9/11/2023).
Penandatanganan juga dilakukan oleh kepala daerah dan Ketua KPU dan Ketua Bawaslu se-Provinsi Jawa Barat yang langsung disaksikan oleh PJ Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Forkopimda Provinsi Jawa Barat, Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat.
Penandatanganan ini merupakan komitmen Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam mewujudkan pemilihan kepala daerah yang adil, bermartabat dan berkualitas melalui pengelolaan pendanaan.
Melalui Penandatanganan ini, Pemprov ingin memastikan bahwa setiap pemangku kepentingan, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, pada Pilkada Serentak tahun 2024 telah memiliki dana hibah yang proporsional dan mencukupi untuk penyelenggaraan pilkada di daerah masing-masing.
PJ Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengatakan, sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak, anggaran dana hibah yang disepakati dalam NPHD ini pun terbilang besar. Namun tantangan penyelenggaraan dan kompleksitas logistik pun lebih signifikan.
Menurut Bey, melalui NPHD yang ditandatangani tersebut akan memastikan bahwa setiap pemangku kepentingan memiliki hak dan kewajiban yang sama terhadap dana hibah yang disepakati.
“Tadi telah ditandatangani NPHD, 40 persen dari total anggaran KPU dan Bawaslu. Jadi untuk KPU Rp441 miliar, untuk Bawaslu Rp122 miliar untuk tahun ini. Untuk tahun depan, Rp662 miliar untuk KPU, dan Rp183 miliar untuk Bawaslu,” kata Bey.
Bey juga mengungkapkan, transparansi dan akuntabilitas akan menjadi pijakan utama dalam pengelolaan komponen pendanaan bersama ini. Pemprov Jabar juga akan melakukan langkah-langkah strategis untuk memastikan bahwa penggunaan dana dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Tentunya dengan anggaran ini, kita berharap semua tidak ada lagi keterlambatan dan hambatan dalam logistik yang utama. Jadi semua harus dapat bekerja keras untuk pemilu tepat waktu,” ujarnya.(*)