Ragam  

Buku Sejarah Indonesia Edisi Pembaruan Siap Diluncurkan Oktober

Menteri Kebudayaan Fadli Zon (tengah) membahas lagu anak ketika ditemui media di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu (22/7/2025). ANTARA/Fitra Ashari

Jakarta, tiradar.id — Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan buku Sejarah Indonesia edisi pembaruan akan resmi diluncurkan pada Oktober mendatang. Meski penulisan telah rampung, proses peluncuran sempat tertunda dari target awal perayaan HUT ke-80 RI karena proses penyuntingan yang memakan waktu.

“Penulisannya sudah selesai, tapi peluncurannya nanti kita harapkan Oktober,” ujar Fadli usai menghadiri diskusi publik di Jakarta, Kamis (14/8).

Fadli menjelaskan, naskah buku telah melewati rangkaian uji publik di sejumlah daerah, termasuk di Universitas Indonesia, Universitas Lambung Mangkurat (Banjarmasin), Universitas Padang, dan Universitas Hasanuddin (Makassar). Ke depan, Kementerian Kebudayaan juga akan menggelar diskusi kelompok bersama pemerhati sejarah yang berada di luar tim penulisan dan editor, serta menyelenggarakan public expose sebelum peluncuran.

Kementerian Kebudayaan menargetkan penulisan buku ini selesai pada Agustus 2025 dengan melibatkan 113 penulis, 20 editor jilid, dan tiga editor umum yang berasal dari kalangan sejarawan, arkeolog, ahli geografi, serta akademisi ilmu humaniora lainnya. Pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp9 miliar untuk proyek ini.

Menurut Fadli, buku edisi terbaru ini akan disusun dengan pendekatan inklusif dan berperspektif Indonesia sentris, mulai dari sejarah awal Nusantara, masa penjajahan, perang kemerdekaan, era reformasi, hingga era pemilu.

“Perspektif Indonesia harus diutamakan. Kalau dari kacamata Belanda, mereka mungkin tidak menganggap ada penjajahan di sini, pandangan itu jelas berbeda,” tegasnya.

Dengan peluncuran pada Oktober, pemerintah berharap buku Sejarah Indonesia ini dapat menjadi rujukan utama yang menghadirkan narasi berimbang dan sesuai konteks nasional.