Ragam  

Denim Style, Dari Jeans, Kemeja, Hingga Jaket Untuk Kaum Pria

Kemeja bahan denim untuk pria. (Foto: Net)

Subang, tiradar.id – Denim merupakan jenis kain katun yang kuat dengan benang pakan melewati dua atau lebih benang lungsin. Kain yang digunakan kain ini menghadap sisi benang lungsin.

Penggunaan silang kepar pada kain denim ini menghasilkan pola serong yang membedakannya dengan kain kanvas duk. Pendahulu denim, kain dungaree, telah diproduksi di India selama beratus-ratus tahun.

Denim menjadi sebuah kata yang sering kita dengar dan berhubungan dengan jeans. Namun, keduanya adalah hal yang berbeda.

Denim merujuk pada adalah bahan kain yang digunakan dalam pembuatan celana denim. Sedangkan jeans adalah produknya, seperti contohnya celana jeans, jaket jeans hingga kemeja jeans.

Kain denim berasal dari kota Nimes di Perancis. Bahan kain ini mulanya dinamakan Serge de Nimes, lalu disingkat menjadi de Nims, kemudian menjadi denim.

Denim yang paling umum dijumpai adalah denim berwarna indigo, dengan benang lungsinya yang telah dicelup warna dan benang pakannya dibiarkan putih.

Sebagai hasil kain yang ditenun menggunakan cara silang kepar, satu sisi kain didominasi dengan benang lungsin berwarna nila, dan sisi benang pakan yang berwarna putih. Hal inilah yang membuat sisi dalam celana jins berwarna putih.

Proses pencelupan warna nila yang mempertahankan inti benang lungsin tetap berwarna putih menciptakan kesan pudar yang menjadi ciri khas denim.

Bahan ini merupakan kain katun yang kuat, yang ditenun menggunakan silang kepar. Kain ini memiliki tekstur yang mirip dengan karpet, tetapi lebih tipis dan halus.

Kain denim awal-awal hanya memiliki satu pilihan warna, yakni indigo. Kain denim ini kemudian diproduksi dalam warna-warna lain seperti hitam, abu-abu, dan banyak lagi warna lainnya.(*)