Subang, tiradar.id – Sajadah adalah alat ibadah berupa satu lembar kain atau karpet yang digunakan oleh umat Muslim dalam menjalankan ibadahnya. Sajadah biasanya diletakkan di atas tanah atau lantai sebagai alas shalat.
Alas tersebut digunakan saat sujud dan duduk. Seorang Muslim wajib bersuci dengan wudhu dan shalat di tempat yang suci dari najis, termasuk alat sajadahnya.
Banyak sajadah dibuat oleh tukang tenun di pabrik. Desain sajadah umumnya menggambarkan asal wilayahnya dan penenunnya. Sajadah umumnya dihiasi dengan bentuk-bentuk dan pola geometris.
Selain itu, sajadah juga dihiasi dengan gambar yang mencerminkan markah tanah Islam, seperti Ka’bah, tetapi haram memuat gambar makhluk bernyawa.
Untuk umat Islam, bentukan mihrab yang ada di pucuk sajadah harus mengarah ke Mekah, kiblat umat Islam. Semua Muslim harus mengetahui ke arah manakah kiblat saat mereka salat di rumah atau sedang dalam perjalanan.
Berikut ini negara-negara eksportir sajadah dan karpet yang ternama di dunia;
1. Turki
Pembuatan karpet merupakan tradisi yang mengakar jauh dalam masyarakat Turki. Selama ini, Turki mampu membuat karpet berkualitas tinggi untuk suplai dunia.
Pembuat karpet biasanya perempuan yang kemampuannya kian terasah seiring pengalaman. Ekspor karpet Turki bermula pada abad ke-19 dimana permintaannya begitu tinggi.
Hampir semua karpet buatan Turki hasil kerajinan tangan oleh perempuan baik secara pribadi maupun kelompok. Diperkirakan Turki meraih 1,62 milliar dolar AS per tahun dalam bisnis tersebut.
Belgia juga termasuk negara eksportir karpet terbesar kedua dunia. Perajin Belgia terkenal akan kualitas karpetnya hingga permintaan di pasaran sangat tinggi.
Belgia memulai produksi dan ekspor karpet sekitar seabad lalu. Selama bertahun-tahun ini, industri karpet kian tumbuh pesat disana.
Seperti halnya di Turki, mayoritas karpet Belgia asli buatan tangan. Hanya sebagian kecil karpet disana dibuat oleh mesin. Angka ekspor karpet Belgia mencapai 471 juta dolar per tahun.
3. India
Bisnis karpet di India meroket setelah memperoleh kemerdekaan dari Inggris. Mulanya, perajin India dapat bantuan dari Turki dan negara-negara Persia dalam produksi karpet. Produksi karpet asal India sempat vakum karena berbagai alasan sebelum menggeliat lagi.
India kini meraih manfaat atas bisnis karpet. Daerah penghasil karpet India di antaranya Kashmir dan Punjab. Adapun estimasi pendapatan India dari karpet ialah 460 juta dolar per tahun.
Hingga saat ini, karpet masih menjadi bisnis yang bertahan meski dihajar berbagai gejolak ekonomi. Masyarakat nyatanya masih memerlukan karpet di rumah, kantor, Masjid atau sekolah. Fungsinya tak hanya sebagai dekorasi, melainkan juga alas shalat.(*)