Jakarta, tiradar.id – Google, sebagai salah satu raksasa teknologi terbesar di dunia, terus berinovasi dan meningkatkan fitur-fitur pada aplikasi mereka untuk mendukung belajar dan mengajar secara online.
Pada sistem operasi ChromeOS dan peramban Chrome, Google telah mengumumkan sejumlah pembaruan yang akan memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi penggunanya.
Salah satu fitur terbaru yang ditambahkan oleh Google adalah kemampuan untuk mengekstrak teks dari berkas format PDF menggunakan teknologi Optical Character Recognition (OCR).
Hal ini akan memudahkan pengguna ChromeOS untuk mengakses dan menggunakan informasi yang terdapat dalam dokumen PDF tanpa harus melakukan proses pengetikan ulang.
Tidak hanya itu, pada peramban Chrome, Google juga telah menambahkan sejumlah fitur untuk mode membaca, seperti kemampuan menyorot teks dan membacanya dengan lantang melalui fitur text-to-speech.
Dengan fitur ini, pengguna dapat lebih fokus pada konten yang mereka baca tanpa harus terganggu oleh distraksi visual.
Selain itu, Google juga melakukan pembaruan pada aplikasi Google Meet, platform konferensi video mereka. Kini, host pertemuan memiliki kemampuan untuk menampilkan beberapa video secara simultan pada layar utama, memudahkan untuk presentasi dengan penerjemah bahasa isyarat atau dalam situasi lainnya yang memerlukan tampilan multivideo.
Fitur lain yang ditambahkan pada Google Meet adalah penambahan dukungan untuk 30 bahasa pada fitur penerjemahan otomatis Closed Caption (CC).
Ini akan memudahkan peserta pertemuan yang berbicara dalam bahasa yang berbeda untuk tetap mengikuti percakapan dengan bantuan teks terjemahan.
Selain meningkatkan fitur-fitur aplikasi, Google juga mengumumkan peluncuran 15 perangkat baru untuk Chromebook, khususnya bagi siswa dan guru.
Perangkat-perangkat ini akan menerima pembaruan otomatis selama 10 tahun, menjamin keberlangsungan dukungan teknis dari Google dalam jangka panjang.
Tidak hanya itu, Google juga meningkatkan perlindungan data pada perangkat Chromebook dengan memberikan kontrol pencegahan kehilangan data yang lebih kuat kepada administrator.
Fitur ini memungkinkan administrator untuk menerapkan kebijakan keamanan yang ketat pada perangkat Chromebook, Google Drive, dan Gmail guna mencegah kebocoran data yang tidak diinginkan.
Selain itu, administrator juga memiliki kemampuan untuk meminta persetujuan dari admin lainnya saat melakukan tugas-tugas sensitif, seperti mengubah pengaturan verifikasi dua langkah atau memberikan akses ke aplikasi pihak ketiga. Hal ini akan membantu dalam menjaga keamanan dan integritas data pengguna secara lebih efektif.
Dengan berbagai pembaruan dan inovasi ini, Google terus membuktikan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan secara online, memberikan solusi yang lebih baik dan lebih aman bagi para pengguna mereka di seluruh dunia.
Sumber: ANTARANews


