Subang, tiradar.id – Ikhlas secara bahasa artinya memurnikan, sedangkan dalam istilah syara, ikhlas adalah memurnikan niat dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan semata-mata mencari ridha-Nya dan mengharapkan pahala di akhirat.
Ikhlash juga bermakna membersihkan niat dari syirik niat, seperti riya, sum’ah, mencari pujian, balasan, dan ucapan terimakasih dari manusia, serta niat duniawi lainnya.
Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;
وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
“Dan barangsiapa yang berbuat demikian (yaitu: memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia) karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar”. (QS. An Nisa: 114)
Ikhlas harus ada pada setiap amalan, jika tidak ada, maka amalannya tidak akan diterima, serta amalan itu sesuai dengan apa yang telah disyari’atkan oleh Allah dalam Al Qur’an dan sesuai ajaran Rasul-Nya. Jika salah satu dari dua hal ini rusak, maka amalan itu tidak akan diterima.
Ikhlas memiliki kedudukan yang sangat agung dalam agama Islam, serta memiliki banyak faedah, salah satunya adalah amalannya diterima dan mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda;
إِنَّمَا يَنْصُرُ اللَّهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ وَصَلاَتِهِمْ وَإِخْلاَصِهِمْ
“Sesungguhnya Allah menolong umat ini adalah dengan sebab doa, sholat, dan keikhlasan orang-orang yang lemah dari umat ini.” (HR. An Nasa’i, no. 3191)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman mengenai sekelompok hamba-hamba-Nya yang ikhlas;
إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih”. (QS. Al Insan: 9)
وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا
“Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) Surga dan (pakaian) sutera“. (QS. Al Insan: 12)
Demikian hikmah dari ikhlas, serta banyak juga yang lainnya buah dan faedah dari ikhlas yang berakhir manis.(*)