Subang, tiradar.id – Air Zam-zam memiliki keistimewaan dan keutamaan tersendiri dibandingkan air yang lain di bumi ini.
Air Zam-zam bukanlah air yang asing khususnya bagi kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia. Air ini juga mempunyai keutamaan yang sangat banyak.
Rasulullah menjelaskan manfaat air Zam-zam ini, sebagaimana eliau bersabda, “Sebaik-baik air yang ada di muka bumi adalah Zam-zam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan dan penawar penyakit”. (Shahih Targhib wa Tarhib, 2/18)
Nama lain dari air Zam-zam ialah barrah (kebaikan), hazmah Jibril (galian Jibril), madhmunah (yang berharga), taktumu (yang tersembunyi), syifa suqim (obat penyakit), tha’amu tu’im (makanan), syarabul abrar (minuman orang-orang baik), thayyibah (yang baik).
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam juga bersabda;
مَاءُ زَمْزَمَ لمِاَ شُرِبَ لَهُ إِنْ شَرِبْتَهُ تَسْتَشْفِي شَفاَكَ الله ُوَإِنْ شَرِبْتَهُ لِشَبْعِكَ أَشْبَعَكَ الله ُوَإِنْ شَرِبْتَهُ لِقَطْعِ ظَمْئِكَ قَطَعَهُ اللهُ وَهِيَ هَزْمَةُ جِبْرَائِيلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَسُقْيَا اللهِ إسْمَاعِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ
“Air Zam-zam sesuai dengan niat ketika meminumnya. Bila engkau meminumnya untuk obat, semoga Allah menyembuhkanmu. Bila engkau meminumnya untuk menghilangkan dahaga, semoga Allah menghilangkannya. Air Zam-zam adalah galian Jibril, dan curahan minum dari Allah kepada Ismail”. (Shahih Targhib wa Tarhib, 2/19)
Abu Dzar al Ghifari, ia berkata; ”Selama 30 hari, aku tidak mempunyai makanan kecuali air Zam-Zam. Aku menjadi gemuk dan lemak perutku menjadi sirna. Aku tidak mendapatkan dalam hatiku kelemahan lapar”. (HR. Muslim, 4/1919)
Diriwayatkan dari Hammam, ia berkata; “Aku duduk bersama Ibnu Abbas di Mekah, tatkala demam menyerangku. Ibnu Abbas mengatakan, dinginkanlah dengan air Zam-zam, karena Rasulullah mengatakan, sesungguhnya demam adalah dari panas Neraka Jahannam, maka dinginkanlah dengan air atau air Zam-Zam”. (HR. Bukhari, 3/1190)
Ibnul Qayyim berkata; “Aku dan selain aku telah megalami perkara yang ajaib tatkala berobat dengan air Zam-Zam. Dengan izin Allah, aku telah sembuh dari beberapa penyakit yang menimpaku. Aku juga menyaksikan seseorang yang telah menjadikan air Zam-Zam sebagai makanan selama beberapa hari, sekitar setengah bulan atau lebih. Ia tidak mendapatkan rasa lapar, ia melaksanakan thawaf sebagaimana manusia yang lain. Ia telah memberitahukan kepadaku bahwa, ia terkadang seperti itu selama empat puluh hari. Ia juga mempunyai kekuatan untuk berjima, berpuasa dan melaksanakan thawaf”. (Zaadul Maad, 3/192)
Demikian keistimewaan air Zam-zam yang luar biasa dan tentunya dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.(*)