Ragam  

Keistimewaan Memiliki Dua Anak Perempuan yang Luar Biasa

Keistimewaan memiliki anak perempuan yang luar biasa. (Foto: Net)

Subang, tiradar.id – Memiliki anak perempuan bisa menjadi penenang jiwa para orang tua di kala masih hidup maupun setelah meninggal dunia. Sebagaimana mereka adalah karunia dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hambaNya yang dikehendaki.

Alhamdulillah, di zaman sekarang banyak dari anak-anak perempuan yang telah banyak perhatian kepada dzikir, ibadah dan berinfak di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Di antara anak-anak perempuan banyak yang muslimah, mu’minah, ahli ibadah, jujur, sabar, khusyu, tekun shalat dan puasa, banyak bersedekah dan banyak bedzikir.

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata; ‘Ada seorang wanita yang datang menemuiku dengan membawa dua anak perempuannya. Dia meminta-minta kepadaku, namun aku tidak mempunyai apapun kecuali satu buah kurma. Lalu akau berikan sebuah kurma tersebut untuknya. Wanita itu menerima kurma tersebut dan membaginya menjadi dua untuk diberikan kepada kedua anaknya, sementara dia sendiri tidak ikut memakannya. Kemudian wanita itu bangkit dan keluar bersama anaknya.

Setelah itu Nabi shallallahu alaihi wasallam datang dan aku ceritakan peristiwa tadi kepada beliau, maka beliau bersabda;

مَنِ ابْتُلِىَ مِنَ الْبَنَاتِ بِشَىْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ

“Siapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, kemudia dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang dari siksa api neraka”. (H.R Muslim 2629)

Pada hadits ini terdapat bukti atas besarnya kasih sayang ibu yang tidak terhingga, dan sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam juga menunjukkan bahwa hal itu bisa dicapai dengan ujian mendapat satu anak perempuan saja.

Diriwayatkan juga dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata; ‘Seorang wanita miskin datang kepadaku dengan membawa dua anak perempuannya, lalu  aku memberinya tiga buah kurma. Kemudian dia memberi untuk anaknya masing-masing satu buah kurma, dan satu kurma hendak dia masukkan ke mulutnya untuk dimakan sendiri. Namun kedua anaknya meminta kurma tersebut. Maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dia makan untuk diberikan kepada kedua anaknya.

Peristiwa itu membuatku takjub sehingga aku ceritakan perbuatan wanita tadi kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Maka beliau bersabda;

إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَوْجَبَ لَهَا بِهَا الْجَنَّةَ أَوْ أَعْتَقَهَا بِهَا مِنَ النَّارِ

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya Surga dan membebaskannya dari Neraka”. (HR. Muslim: 2630)

Dalam hadits diatas, pengorbanan seorang ibu yang memperioritaskan orang lain atas dirinya lebih besar dimana ia tidak makan sedikit pun dan mendahulukan kedua anaknya. Perbuatan itu yang mengantarkannya masuk ke Surga.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga bersabda;

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ وَضَمَّ أَصَابِعَهُ

“Siapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku, Nabi menggabungkan jari-jari jemarinya”. (HR. Muslim: 2631)

Dalam hadits ini terdapat kabar gembira yang besar bagi orang yang dikaruniai dua anak perempuan kemudian ia merawat dan mendidiknya dengan baik, dimana ia nanti di hari kiamat masuk dalam kelompok Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.

Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda;

مَنْ عاَلَ جاَرِيَتَيْنَ دَخَلْتُ أناَ وَهُوَ الْجَنَّةَ كَهاَتَيْنِ

“Siapa yang memelihara dua anak perempuan, niscaya aku dan dia masuk Surga seperti kedua hal ini, beliau memberi isyarat dengan kedua jari tangan beliau”. (HR. At Tirmidzi, no. 1914)

Pengertian hadits ini adalah bahwa orang seperti itu akan termasuk ‘assabiqunal awwalun’ yaitu orang-orang yang lebih dahulu masuk Surga.(*)