Ragam  

KPAI Minta Pengawasan Ketat Diperlukan Terhadap Makanan Anak-Anak

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra. ANTARA/HO-KPAI

Jakarta, tiradar.id – Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap makanan yang beredar di masyarakat, khususnya produk-produk yang digemari oleh anak-anak.

“Harga yang sangat murah dan industri kemasan yang kekinian, ternyata meninggalkan persoalan untuk anak-anak kita yang belum memahami komposisi gizi seimbang,” ujar Jasra Putra saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Pernyataan tersebut merespons data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang mengungkapkan bahwa satu dari lima anak mengalami gangguan ginjal. Menurut Jasra, banyaknya anak-anak yang mengonsumsi makanan dengan kandungan gula, garam, dan lemak berlebih menjadi salah satu penyebab utama gangguan ginjal pada anak.

Ia menjelaskan bahwa produk-produk ini sering kali dipasarkan dengan kemasan yang menarik, yang membuat anak-anak tertarik untuk mencobanya. “Saya kira kemasan makanan sekarang jadi barang mewah, menjadi industri viral dengan kemasan-kemasan yang luar biasa menarik untuk anak,” tambah Jasra Putra.

Untuk itu, KPAI meminta adanya sosialisasi mengenai gejala gangguan ginjal pada anak serta cara untuk mencegahnya. “Penting segera ada sosialisasi gejala sebelum terganggu ginjalnya dan cuci darah, kemudian konsumsi air putih yang perlu diperhatikan, mengurangi konsumsi zat berpemanis buatan, garam, dan lemak,” tegasnya.

Selain itu, perlu juga diberikan edukasi kepada masyarakat agar anak-anak membatasi konsumsi gula berlebihan serta makanan dengan rasa pedas, asam, manis, atau asin yang berlebihan. Jasra menambahkan, “Konsumsi gula yang bila berlebihan akan mempengaruhi suasana hati mereka, yang berujung mudah cemas dan reaktif. Sehingga ujungnya bersikap agresif. Yang menyebabkan anak tidak memiliki kecerdasan emosi, reaktif, berujung rentan, dan mudah mendapat perlakuan salah.”

Selain menyebabkan gangguan ginjal, konsumsi makanan berlebihan juga dapat menyebabkan obesitas dan gizi yang tidak berimbang. Pengawasan dan edukasi yang ketat menjadi kunci untuk menjaga kesehatan anak-anak agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan yang bisa berdampak jangka panjang.

Sumber: ANTARA