Ragam  

Pelajaran dan Hikmah Dari Jasad Firaun Muncul ke Permukaan Laut

Pelajaran dari jasad Firaun muncul ke permukaan laut. (Foto: Kompas.id)

Bandung, tiradar.id – Ayat yang terdapat dalam Al Qur’an surat Yunus ayat 92 mengisahkan tentang kejadian yang menimpa Fir’aun atas perbuatan dzalim dan sombong terhadap Nabi Allah Musa Alaihissalam dan orang-orang beriman yang beserta beliau dari Bani Israil.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَٱلْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ ءَايَةً ۚ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلنَّاسِ عَنْ ءَايَٰتِنَا لَغَٰفِلُونَ

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami”. (QS. Yunus: 92)

Hal itu tatkala Musa Alaihissalam bersama orang-orang mu’min menempuh perjalanan hijrah mereka menuju Tanah yang penuh Berkah. Lalu Fir’aun dan bala tentaranya menyusul mereka untuk mengembalikan dan menjerumuskan mereka.

Dalam perjalanan hijrah yang panjang mereka dihadapkan pada lautan samudra yang membentang. Kemudian Allah memuliakan Nabi-Nya Musa dan orang-orang Mu’min yang bersamanya dengan membuat lautan menjadi kering sehingga mereka dapat berjalan di atasnya. Maka mereka semua menyeberanginya di depan mata kepala musuh-musuh mereka.

Fir’aun tak lain hanyalah musuh Allah yang telah diliputi keangkaramurkaan dan kesewenang-wenangan, terjerumus dalam sifat gegabah dan bodoh. Maka dia dan bala tentaranya menapaki lautan menyusul di belakang Musa, sehingga mengakibatkan kebinasaannya dan para pengikutnya tenggelam di laut yang dilalui Musa dan pengikutnya kaum Mu’minin.

Maka ketika kematian telah meliputi orang yang sewenang-wenang tersebut dari segala penjuru, kemudian gemuruh air laut serta ombak-ombaknya yang mengalir deras mengarah kepadanya, dia yakin bahwa tenggelam tidak dapat dielakkan lagi dia berkata sebagaimana yang diabadikan dalam Al Qur’an:

قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرائيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِين

“Fir’aun berkata: aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang yang muslim (berserah diri),”

Mana mungkin bisa, mustahil, waktu taubat telah berlalu, dan lenyap sudah masa-masa berserah diri dan pembuktian keimanan ketika kematian sudah di depan mata, dan sirna pula segala kediktatoran dan muslihat dari makhluk yang keji.

Tidak diragukan lagi  sesungguhnya kematian orang yang angkara murka dan berlebihan dalam kesewenang-wenangannya dalam peristiwa besar ini merupakan bukti-bukti yang nyata yang menjelaskan tentang balasan dan siksaan bagi pembangkang, orang yang dzalim dan congkak.

Oleh sebab itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menginginkan agar bukti atau ayat ini bisa meneguhkan dan menegaskan serta menghilangkan segala bentuk keraguan, ketidakjelasan atau kabar burung dengan ditampakkannya mayat Fir’aun yang telah menjadi kaku dan membeku di tepi pantai, disaksikan para pengikutnya dan siapa saja yang menyembahnya.

Karena yang demikian itu menjadikannya lebih berarti dalam memberikan peringatan dan pelajaran terhadap mereka.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: Ibnu Abbas dan para salafus shalih lainnya berkata: Sesungguhnya sebagian Bani Israil ragu akan kematian Fir’aun, lalu Allah memerintahkan laut untuk melemparkan jasad Fir’aun yang utuh tanpa lecet sedikit pun dalam keadaan tak bernyawa, di atas dataran tinggi dari permukaan bumi, sementara di badannya menempel baju perangnya yang terkenal. Tujuannya agar orang-orang memastikan kematian dan kebinasaannya.

Maka dahulu, Bani Israil sungguh telah melihat mayat dan jasad Fir’aun dengan penglihatan yang nyata. Ini menjadi bukti bagi orang yang melihatnya pada saat itu, dan jelas sebagai bukti bagi orang yang mendengar kisah kebinasaannya bagi umat-umat setelahnya.(*)