Ragam  

Pelaku UMKM Hadapi Tantangan Pasca Pandemi, Omset Menurun Akibat Resesi Ekonomi

Rancangan Takini yang memadukan Sentuhan Tradisional dan Modern (Foto: Dokumentasi Takini)

Jakarta, tiradar.id – Luhwayan Sriadi, pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang menjalankan bisnis kain tradisional Songket Cemberana melalui Omnara Putri Mask Collection, menyatakan bahwa ia tengah menghadapi tantangan besar setelah pandemi Covid-19.

Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah penurunan omset yang signifikan, terutama disebabkan oleh dampak resesi ekonomi global.

Dalam wawancara dengan Pro3 RRI pada Minggu (29/9/2024), Luhwayan menjelaskan bahwa penurunan omset ini sangat terasa dibandingkan masa sebelum pandemi.

“Omset yang bisa kami capai sebelum Covid itu tidak sampai setengahnya,” ungkapnya. Ia menggambarkan situasi penjualan yang kini jauh lebih tidak terprediksi, berbeda dengan sebelumnya ketika penjualan di pameran masih dapat diperkirakan dengan baik. “Sekarang tidak bisa diprediksi, ketar-ketir juga,” tambahnya.

Menurut Luhwayan, resesi yang sedang berlangsung sangat memengaruhi daya beli masyarakat. Banyak konsumen yang kini lebih memilih untuk menyimpan uang daripada membelanjakannya, sebagai upaya berjaga-jaga menghadapi ketidakpastian ekonomi. “Orang pada saving money, jadi tidak berani belanja,” katanya.

Sebagai salah satu pelaku UMKM, Luhwayan berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk mendukung keberlangsungan usaha kecil di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

Ia menekankan pentingnya regulasi yang dapat memperbaiki iklim ekonomi dan membantu UMKM tetap bertahan. “Harapannya semoga cepat ditanggulangi, dibikin regulasi untuk memperbaiki iklim ekonomi,” tutupnya.

UMKM seperti yang dijalankan oleh Luhwayan merupakan tulang punggung ekonomi nasional, dan tantangan yang dihadapi saat ini membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat agar sektor ini dapat kembali pulih pasca pandemi.