Jakarta, tiradar.id – Televisi kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita, tidak hanya hadir di ruang tamu setiap rumah, tetapi juga dalam genggaman tangan melalui ponsel dan perangkat pintar lainnya.
Fungsi televisi yang tidak hanya sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sumber informasi, menjadikannya sangat dekat dengan para penikmatnya melalui aplikasi di ponsel dan siaran live streaming.
Menonton televisi bersama keluarga merupakan salah satu cara untuk menikmati liburan atau akhir pekan yang menyenangkan. Dengan perkembangan teknologi, televisi terus menjadi media hiburan yang menarik.
Namun, pernahkah kita membayangkan bagaimana kehidupan tanpa televisi? Kehadiran televisi mekanik dan berbagai jenis televisi lainnya telah membuat hidup kita lebih menyenangkan. Dalam artikel ini, kita akan mengulas sejarah televisi dan perjalanan salah satu tokoh penting di balik penemuan ini, yaitu John Logie Baird.
John Logie Baird: Penemu Televisi
John Logie Baird, lahir di Skotlandia pada 13 Agustus 1888, adalah salah satu penemu televisi yang paling berpengaruh. Berbeda dengan Guglielmo Marconi, penemu radio yang berasal dari keluarga berada, Baird kecil mengalami kesulitan hidup dan hidup di bawah rata-rata hingga usianya mencapai 35 tahun. Namun, berkat prinsip hidupnya yang tidak pernah menyerah, ia mampu melewati masa-masa sulit tersebut.
Pada tahun 1923, Baird mulai bereksperimen dengan mesin yang dapat mengirimkan suara dan gambar melalui radio. Tidak lama kemudian, ia berhasil mengirim gambar tajam ke penerima yang jauh melalui transmisi tanpa kabel.
Demonstrasi publik pertamanya dilakukan di Royal Institute London pada Januari 1925, yang menjadi pertunjukan televisi pertama di dunia. Dengan peralatan Baird, BBC memulai siaran televisi pertama pada tahun 1929, meskipun belum menggunakan tabung sinar-Katode yang menjadi dasar televisi modern.
Inovasi dan Pencapaian
Baird tetap setia pada karyanya meskipun menghadapi berbagai tantangan. Pada tahun 1925, ia berhasil menampilkan gambar bayangan bergerak dan pada tahun 1926, gambar bergerak monokrom.
Cakram pemindai Baird yang menggunakan lensa berputar ganda mampu menghasilkan gambar beresolusi tiga puluh baris, cukup untuk menampilkan wajah manusia. Meskipun televisi mekanik kini tidak lagi digunakan, demonstrasi Baird ini dianggap sebagai demonstrasi televisi pertama.
Selain itu, pada tahun 1927, Baird menciptakan “Phonovision,” sistem rekaman video pertama di dunia. Dengan memodulasi sinyal output kamera TV ke dalam jangkauan audio, ia dapat merekam sinyal tersebut pada cakram audio 10 inci menggunakan teknologi rekaman audio konvensional.
Pada tahun 1990-an, rekaman “Phonovision” Baird yang masih bertahan telah diterjemahkan dan diproses menjadi gambar yang dapat dilihat dengan teknologi pemrosesan sinyal digital.
John Logie Baird meninggal pada 14 Juni 1946 di Bexhill-on-Sea, East Sussex, Inggris, pada usia 57 tahun. Meskipun tidak sempat merasakan masa modernisasi teknologi penyiaran, Baird telah menjadi pionir dalam perkembangan televisi. Penemuan dan inovasinya membuka jalan bagi perkembangan televisi yang kita nikmati saat ini.
Masa Depan Televisi
Seiring perkembangan teknologi, televisi tidak lagi dianggap sebagai kotak ajaib yang besar dan berat. Ukurannya yang semakin kecil dan ringkas, serta kemampuannya yang semakin canggih, membuat kita bertanya-tanya seperti apa jenis televisi di masa depan dan bagaimana kita akan menikmatinya.
Dengan adanya perangkat pintar dan integrasi internet, televisi kini dapat dinikmati kapan saja dan di mana saja, memberikan pengalaman menonton yang lebih personal dan fleksibel.
Televisi telah mengalami perjalanan panjang dari penemuan awal oleh John Logie Baird hingga menjadi perangkat canggih yang kita gunakan sekarang. Dengan terus berkembangnya teknologi, televisi akan terus beradaptasi dan menghadirkan inovasi-inovasi baru yang akan membuat hidup kita semakin menyenangkan dan informatif.


