Jakarta, tiradar.id – Starlink, perusahaan internet berbasis satelit milik Elon Musk, akhirnya menyerah dan mematuhi perintah pemerintah Brasil untuk memblokir akses ke X, setelah sebelumnya menolak mengikuti perintah tersebut.
Sikap ini berubah setelah pemerintah Brasil mengancam akan mencabut lisensi operasi Starlink dan membekukan aset keuangan perusahaan di negara tersebut jika tidak mematuhi aturan yang berlaku.
Starlink, yang kini memiliki lebih dari 200.000 pengguna di Brasil, menyampaikan keputusannya melalui akun resmi di platform X. “Meski ada perlakuan ilegal terhadap Starlink yang mengancam pembekuan aset perusahaan, kami tetap patuh dan memblokir akses X di Brasil,” demikian pernyataan resmi dari perusahaan.
Pada hari Senin (2/9), regulator telekomunikasi Brasil, Anatel, mengungkapkan bahwa Starlink awalnya menolak perintah untuk memblokir akses ke X. Perintah ini dilayangkan oleh hakim Alexandre de Moraes kepada seluruh penyedia jasa telekomunikasi di Brasil.
Setelah adanya ancaman yang serius, Starlink akhirnya memberi tahu Anatel bahwa mereka bersedia mematuhi perintah tersebut. Anatel juga telah memverifikasi bahwa Starlink memenuhi komitmennya untuk memblokir akses X di Brasil.
Pemblokiran X di Brasil sudah berlangsung sejak pekan lalu. Hakim Moraes memerintahkan tindakan ini karena X tidak memiliki perwakilan hukum resmi di negara tersebut.
Pada awal tahun, Moraes sempat meminta X untuk memblokir akun-akun yang menyebarkan informasi sesat dan ujaran kebencian, namun perintah tersebut dianggap Elon Musk sebagai bentuk penyensoran. Sebagai respons, Musk memutuskan untuk menutup kantor X di Brasil pada Agustus lalu, meskipun layanan X tetap beroperasi seperti biasa.
Tindakan ini memicu kemarahan Moraes, yang akhirnya memerintahkan pemblokiran total terhadap X di Brasil. Meskipun demikian, beberapa pengguna masih bisa mengakses platform tersebut menggunakan VPN.
Dalam pernyataannya, Starlink mengumumkan telah mengajukan gugatan hukum ke pengadilan tinggi Brasil. Mereka menyatakan bahwa ancaman pembekuan aset oleh Moraes adalah tindakan ilegal yang melanggar hak perusahaan untuk beroperasi di Brasil.


