Subang, tiradar.id – Kemunculan binatang yang keluar dari perut bumi di akhir zaman adalah salah satu tanda dekatnya hari Kiamat yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala tetapkan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;
وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ
“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami”. (QS. An Naml: 82)
Ayat diatas menjelaskan tentang kemunculan binatang melata. Hal itu terjadi ketika manusia telah rusak, meninggalkan perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan banyak berbuat dosa. Ketika itu Allah mengeluarkan binatang dari dalam bumi dan bisa berbicara dengan manusia.
Binatang itu muncul karena perbuatan manusia yang terus-menerus melakukan dosa, kefasikan, berpaling dari ayat-ayat Allah, tidak mengamalkan hukumnya, sehingga nasihat tidak lagi bermanfaat.
Allah mengeluarkan binatang dari dalam bumi yang dapat berbicara dengan mereka, yaitu binatang yang dapat memahami dan berbicara dengan merek, hal itu agar dia memberitahukan manusia bahwa apa yang terjadi adalah tanda datangnya hari Kiamat.
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda;
ثَلاَثٌ إِذَا خَـرَجْنَ، لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِـي إِيْمَانِهَا خَيْرًا: طُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَالدَّجَّالُ، وَدَابَّةُ اْلأَرْضِ.
“Ada tiga hal yang jika keluar, maka tidak akan berguna lagi keimanan orang yang belum beriman sebelumnya atau belum mengusahakan kebaikan yang dilakukan dalam keimannya, terbitnya matahari dari barat, Dajjal, dan binatang bumi”. (HR. Muslim: II/195, Syarh An Nawawi)
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam juga bersabda;
تَخْرُجُ الدَّابَّةُ، فَتَسِمُ النَّاسَ عَلَى خَرَاطِيْمِهِمْ، ثُمَّ يَغْمُرُوْنَ فِيْكُمْ، حَتَّى يَشْتَرِيَ الرَّجُلُ الْبَعِيْرَ فَيَقُوْلُ: مِمَّنِ اشْتَرَيْتَهُ؟ فَيَقُوْلُ: اِشْتَرَيْتُهُ مِنْ أَحَدِ الْمَخَطِّيِّيْنَ.
“Akan keluar binatang, lalu dia akan memberikan tanda kepada manusia pada hidung mereka, kemudian mereka akan menjadi banyak di tengah-tengah kalian, sehingga ada seseorang yang membeli unta, lalu dia bertanya, ‘Dari siapakah engkau membelinya?’. Dia menjawab, ‘Dari seseorang yang hidungnya diberikan tanda’.” (HR. Ahmad: V/268)
Ketika binatang tersebut keluar, maka dia akan memberikan tanda kepada orang yang beriman dan orang kafir.
Kepada orang yang beriman, binatang itu akan memberi tanda pada wajahnya, sehingga menjadi bersinar yang merupakan tanda keimanannya. Sementara kepada orang kafir, akan diberi tanda di hidungnya sebagai tanda kekafirannya.(*)