Subang, tiradar.id – Dalam hidup di dunia, manusia berusaha mencari kebahagiaan, ketentraman, dan ketenangan jiwa dan berupaya menjauhkan dari kesusahan, kesedihan dalam kehidupan berkeluarga.
Semua itu tidak akan diperoleh kecuali dengan keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tawakkal kepada-Nya, menyerahkan segala urusan kepada-Nya yang dapat menghantarkan kepada tujuan tersebut.
Berbagai cara dan kiat yang dapat membangun keluarga yang damai, meneguhkan hubungan suami istri, menjauhkan rumah tangga dari hal-hal yang dapat menimbulkan perceraian, perpecahan dan terputusnya hubungan suami istri.
Berikut ini tips dan kiat membangun rumah tangga bahagia dunia dan akhirat;
Pertama, hal yang paling penting dalam membangun rumah tangga yang selamat adalah berpegang teguh pada tali iman yang kuat, beriman dan taqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hari akhir, dan tidak melakukan kemaksiatan.
Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;
ذٰ لِكُمۡ يُوۡعَظُ بِهٖ مَنۡ كَانَ يُؤۡمِنُ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ ۙ وَمَنۡ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجۡعَلْ لَّهٗ مَخۡرَجًا وَّيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ ؕ وَمَنۡ يَّتَوَكَّلۡ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسۡبُهٗ
“Demikianlah pelajaran bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (QS. Ath Thalaq: 2-3)
Hal-hal yang dapat menguatkan iman dan taqwa adalah bersungguh-sungguh dalam menjalankan ketaatan dan menunaikan ibadah, bersemangat ketika melaksanakan hal tersebut, dan saling berwasiat dalam kebaikan di antara suami istri.
Kedua, diantara hal yang dapat menjaga dan memelihara hubungan suami istri ini adalah bergaul dengan cara yang baik. Hal tersebut tidak dapat terwujud melainkan dengan mengetahui semua sisi, yang berguna dan berbahaya.
Menuntut kesempurnaan dalam rumah tangga dan semua anggota keluarga adalah hal yang sangat sulit dan harapan dalam kesempurnaan semua sifat pada mereka atau selain mereka adalah sesuatu yang jauh dari jangkauan tangan secara manusiawi.
Peran suami dalam menjaga rumah tangga (suami istri) dan bergaul dengan cara yang baik Termasuk kecenderungan akal dan kematangan berfikit adalah membiasakan diri untuk dapat menerima kekurangan dan menahan diri menghadapi kesulitan hidup.
Laki-laki adalah pemimpin dalam rumah tangga dituntut untuk lebih bersabar dari pada wanita, karena sungguh telah diketahui, bahwa wanita itu lemah fisik dan akhlaqnya, dan berlebihan dalam meluruskannya bisa mematahkannya dan mematahkannya adalah mencerainya.
Rasulullah shallallahu alaihi wasaallam bersabda:
“Berilah nasihat kepada wanita dengan cara yang baik karena sesungguhnya ia diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas, jika engkau meluruskannya maka engkau akan mematahkannya, dan jika engkau membiarkannya maka ia akan tetap bengkok, maka nasehatilah wanita dengan cara baik.” (HR. Bukahri: 4890)
Yang dimaksud dengan bengkok pada wanita adalah dari segi penciptaannya, maka harus bersikap lemah lembut dan sabar dalam menghadapinya.
Hendaknya para lelaki (suami) tidak membiarkan dirinya larut dalam perasaan tertekan dari keluarganya, dan hendaklah ia tidak memperhatikan kekurangan mereka, dan hendaklah ia mengingat sisi kebaikan mereka.(*)