Subang, tiradar.id – Malam pertama adalah saat yang dinanti-nantikan bagi pasangan suami istri yang baru melangsungkan pernikahan. Malam pertama juga menjadi momen yang mendebarkan bagi pasangan suami istri.
Malam pertama menjadi salah satu kenangan terindah bagi pasangan sehidup semati. Malam pertama setelah menikah dianggap penting karena merupakan momen yang spesial bagi pasangan yang baru saja menjadi suami istri.
Saat pertama kali pengantin pria menemui isterinya setelah aqad nikah, dianjurkan melakukan hal sebagai berikut:
Suami Mendoakan Istrinya
Pengantin pria meletakkan tangannya pada ubun-ubun isterinya kemudian mendo’akan baginya.
Sebagaimana Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda:
إِذَا تَزَوَّجَ أَحَدُكُمْ امْرَأَةً أَوِ اشْتَرَى خَادِمًا فَلْيَأْخُذْ بِنَاصِيَتِهَا (وَلْيُسَمِّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ) وَلْيَدْعُ لَهُ بِالْبَرَكَةِ، وَلْيَقُلْ: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ.
“Apabila salah seorang dari kamu menikahi wanita atau membeli seorang budak maka peganglah ubun-ubunnya lalu bacalah ‘basmalah’ serta do’akanlah dengan do’a berkah seraya mengucapkan: ‘Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiatnya yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.’” (HR. Abu Dawud no. 2160, Ibnu Majah no. 1918)
Shalat Sunnah Dua Raka’at Bersama Isterinya
Sebagaimana Hadits dari Abu Wail, ia berkata, “Seseorang datang kepada ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu anhu, lalu ia berkata, ‘Aku menikah dengan seorang gadis, aku khawatir dia membenciku.’ ‘Abdullah bin Mas’ud berkata, ‘Sesungguhnya cinta berasal dari Allah, sedangkan kebencian berasal dari syaitan, untuk membenci apa-apa yang dihalalkan Allah. Jika isterimu datang kepadamu, maka perintahkanlah untuk melaksanakan shalat dua raka’at di belakangmu. Lalu berdo’alah:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَهْلِيْ، وَبَارِكْ لَهُمْ فِيَّ، اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي مِنْهُمْ، وَارْزُقْهُمْ مِنِّي، اَللَّهُمَّ اجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ إِلَى خَيْرٍ، وَفَرِّقْ بَيْنَنَا إِذَا فَرَّقْتَ إِلَى خَيْرٍ
“Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan isteriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rizki kepadaku lantaran mereka, dan berikanlah rizki kepada mereka lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan.” (Riwayat Abdurrazzaq: Al Mushannaf: VI/191, no. 10460, 10461)
Membaca Do’a Sebelum Jima
Yaitu ketika seorang suami hendak menggauli isterinya, hendaklah ia membaca do’a:
بِسْمِ اللهِ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
“Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah aku dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepada kami.”
Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Maka, apabila Allah menetapkan lahirnya seorang anak dari hubungan antara keduanya, niscaya syaitan tidak akan membahayakannya selama-lamanya.” (HR. Bukhari no. 141, 3271, 3283, 5165, Muslim no. 1434)
Bercumbu Dengan Kelembutan dan Kemesraan
Sebagaimana hadits Asma binti Yazid radhiyallaahu anha, ia berkata: “Saya merias Aisyah untuk Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam. Setelah itu saya datangi dan saya panggil beliau supaya menghadiahkan sesuatu kepada Aisyah. Beliau pun datang lalu duduk di samping ‘Aisyah. Ketika itu Rasulullah disodori segelas susu. Setelah beliau minum, gelas itu beliau sodorkan kepada Aisyah. Tetapi Aisyah menundukkan kepalanya dan malu-malu.” ‘Asma binti Yazid berkata: “Aku menegur Aisyah dan berkata kepadanya, ‘Ambillah gelas itu dari tangan Rasulullah’ akhirnya Aisyah pun meraih gelas itu dan meminum isinya sedikit.” (HR. Ahmad: VI/438, 452, 453, 458).(*)