Iqbal: Berhentikan dan Segera Ganti Direksi RSUD Ciereng

Iqbal Ramadhan saat menuntut Pemkab Subang memberhentikan Dirut RSUD Ciereng (foto: eko/ tiradar.id)

Subang, tiradar.id- Jajaran Direksi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng Kabupaten Subang, diminta oleh Iqbal ramadhan dan rekan-rekannya, untuk diberhentikan dan Pemerintah Kabupaten Subang harus segera mengganti jajaran direksi.

Tuntutan tersebut diungkapkan Iqbal ramadhan saat melakukan orasi di halaman Pemkab Subang, Senin (6/3/2023). Aksi itu sendiri, merupakan buntut dari terjadinya Kasus meninggalnya ibu hamil Kurnaesih, warga Kampung Citombe, Desa Buniara, Kecamatan Tanjungsiang, Subang setelah almarhumah “ditolak” oleh RSUD Subang, sementara kondisinya saat itu, Kamis (16/2/2023) malam, dalam kondisi kritis.

“Pelayanan kesehatan kita masih sama seperti dulu, ketika bapak belum menjadi bupati dan wakil bupati, sering sekali kami dengar keluhan masyarakat akan pelayanan RSUD Ciereng yang kurang baik,” ujar Iqbal.

Dalam orasinya, Iqbal mengatakan, jika masa kepemimpinan H. Ruhimat dan Agus Masykur Rosyadi, sudah 4 tahun lamanya, dan kini menginjak usia masa jabatan tahun terakhir. Karenanya, dia dan rekan-rekannya, hanya bisa memohon dan meminta kepada pasangan Jimat-akur.

“4 tahun sudah anda berkuasa, berikanlah harapan kepada kami! kepada siapa lagi kami memohon? kepada siapa lagi kami meminta? Hanya anda yang bisa! Hanya anda yang mampu, Hanya anda yang berkuasa,” ujar Iqbal.

Karenanya, Iqbal menuntut agar Bupati Kabupaten Subang, H. Ruhimat memecat para pegawai yang lalai dalam melaksanakan tugas yang mereka emban.

“Pecat serta ganti Kepala Dinas Kesehatan, Pecat serta ganti Direktur RSUD. Lakukanlah audit atas kejadian mengerikan ini, jangan sampai terjadi kembali! hanya itu keinginan kami,” tegas Iqbal.

Sementara menanggapi permintaan dari Iqbal dan rekan-rekannya saat melakukan demo, Direktur Utama RSUD Ciereng, Ahmad Nasuhi kepada para wartawan mengatakan, jika dirinya tidak keberatan, jika dirinya dicopot dari jabatannya.

“Sebagai PNS, kami harus siap ditempatkan dimana saja, pun demikian halnya kalau dicopot dari jabatan saya,” ujar Ahmad. (***)