Menkominfo Minta Praktisi PR Sukseskan Program Pemilu Damai dan Pemindahan IKN

Arsip foto - Menkominfo Budi Arie Setiadi (kiri) didampingi Dirjen Aptika Semuel Abrijani Pangerapan (kedua kanan), dan Dirjen IKP Usman Kansong (kanan) menyampaikan keterangan pers terkait judi online di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (20/7/2023). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa/pri.

Jakarta, tiradar.id – Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, telah mengajak para praktisi Public Relations (PR) untuk berperan aktif dalam mendukung dua agenda prioritas nasional tahun 2024. Agenda-agenda ini adalah penyelenggaraan Pemilihan Umum Damai 2024 (Pemilu Damai) dan pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam acara Sewindu PR Indonesia di Jakarta, Budi Arie Setiadi menjelaskan peran strategis yang dimainkan oleh praktisi PR dalam komunikasi publik. “Mengingat peran strategis dalam komunikasi publik, saya mengajak para praktisi PR untuk ikut berkolaborasi dalam mendukung agenda nasional 2024 yaitu Pemilu Damai dan Ibu Kota Nusantara,” ujar Budi Arie.

Pemerintah percaya bahwa praktisi PR dapat memberikan dukungan yang signifikan dengan menciptakan ruang digital yang sehat. Salah satu tujuannya adalah menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terutama dalam suasana politik menjelang tahun politik 2024. Praktisi PR diharapkan mampu berperan dalam menangkal konten-konten negatif, meningkatkan literasi digital, dan mengamplifikasi informasi tentang Pemilu Damai di berbagai platform.

Budi Arie Setiadi juga menggarisbawahi peran penting praktisi PR terkait agenda pemindahan ibu kota. Pemindahan ini adalah perubahan besar yang memerlukan manajemen komunikasi yang baik. Isu-isu seputar pemindahan ibu kota harus dikelola dengan hati-hati. “PR harus menjadi sumber yang kredibel dalam meningkatkan pengetahuan publik dan mendukung partisipasi publik dalam pengembangan IKN melalui pemberitaan yang positif dan seimbang,” kata Budi Arie.

Selain berbicara tentang peran praktisi PR dalam mendukung agenda nasional, Budi Arie Setiadi juga mendorong industri PR untuk mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam kegiatan mereka. Dalam era digital yang semakin berkembang, teknologi AI dapat membantu meningkatkan kinerja PR.

“Adopsi teknologi terbaru dalam PR dapat dilakukan di berbagai aktivitas seperti media sosial marketing hingga penyusunan database media,” kata Budi Arie. Dengan bantuan AI, praktisi PR dapat menghasilkan pesan dan strategi yang lebih relevan dan terintegrasi dengan lebih cepat. Salah satu teknologi AI yang sangat bermanfaat adalah pencarian kata kunci dan analisis data.

Budi Arie Setiadi juga menyebutkan bahwa kemampuan AI dalam membantu aktivitas penting dalam PR dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi PR sebesar 10 hingga 15 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa adopsi AI dalam PR memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Melalui peran aktif praktisi PR dan penerapan teknologi AI yang canggih, diharapkan bahwa Indonesia dapat lebih baik mempersiapkan diri untuk agenda nasional penting tahun 2024 dan memajukan komunikasi publik dalam era digital yang semakin kompleks.