Jakarta, tiradar.id – Menjadi orang tua merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan adaptasi terus-menerus seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Terkait hal tersebut, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, Vidya Anindhita, menggarisbawahi pentingnya bersikap terbuka, memahami kebutuhan anak, dan belajar mendengarkan pendapat mereka, terutama dalam mendidik remaja.
Vidya menyoroti bahwa setiap fase pertumbuhan anak, termasuk masa remaja, memiliki tantangannya sendiri dalam penerapan pola asuh. Pada masa remaja, anak cenderung memiliki keinginan yang lebih kuat untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, dan pendapat mereka. Masa ini dianggap sebagai fase dengan tantangan pola asuh terbesar, karena anak sedang mengeksplorasi identitas dan mencari konformitas di lingkungan sebayanya.
Ia juga menekankan bahwa dalam fase ini, anak cenderung mencari keseruan dan konfirmasi dari teman-teman sebaya, membuat fungsi orang tua kadang tergeser. Oleh karena itu, Vidya mendorong orang tua untuk menjadi teladan yang baik, berdialog secara rutin, dan terus menerus mengingatkan anak secara verbal atau non-verbal.
Menurut Vidya, mendengarkan dan memahami remaja merupakan langkah kunci. Terkadang orang tua hanya mendengar tanpa benar-benar berupaya memahami, dan hal ini perlu diubah. Vidya menekankan pentingnya saling pengertian, di mana orang tua perlu melepas persepsi dan stigma pada remaja saat berkomunikasi.
Belajar bersikap terbuka, membuka hati untuk memahami perkembangan remaja, dan mendengarkan kebutuhan serta pendapat mereka menjadi kunci dalam membentuk hubungan positif antara orang tua dan remaja. Dengan pendekatan ini, diharapkan orang tua dapat memberikan bimbingan yang efektif dan membangun ikatan yang kuat dengan anak di masa remaja yang penuh tantangan.


