Jakarta, tiradar.id – Masyarakat dunia, khususnya para pecinta minuman boba, tengah dihebohkan oleh kasus yang menimpa seorang wanita berusia 20 tahun di Taiwan. Wanita ini baru-baru ini menjalani operasi pengangkatan lebih dari 300 batu ginjal. I
nformasi dari pihak rumah sakit yang menanganinya mengungkapkan bahwa pasien tersebut memiliki kebiasaan jarang mengonsumsi air mineral dan terlalu sering menikmati minuman boba, yang merupakan minuman manis yang sangat populer di Taiwan.
Pertanyaannya, apakah minuman boba dapat dianggap sebagai faktor utama munculnya batu ginjal? Dokter spesialis urologi, dr. Christiano Tansol, memberikan penjelasan bahwa salah satu pemicu utama munculnya batu ginjal adalah kecenderungan mengonsumsi minuman manis dalam jumlah tinggi sambil jarang minum air mineral.
Meskipun demikian, belum dapat dipastikan apakah minuman boba secara khusus berpengaruh terhadap kemunculan batu ginjal.
Menurut dr. Christiano, masalah utama terkait minuman boba adalah kandungan gula yang tinggi. Gula tersebut, dalam tubuh, sebagian besar diubah menjadi asam urat. Asam urat adalah limbah alami di dalam darah yang dapat memicu asam urat atau bahkan kondisi radang sendi.
“Gula yang tinggi di tubuh sebagian diubah menjadi uric acid [penyebab asam urat]. Asam urat yang tinggi bikin gampang jadi batu ginjal,” ungkap dr. Christiano seperti dikutip dari laman CNBC Indonesia, Sabtu (23/12/2023).
Lebih lanjut, dr. Christiano menjelaskan bahwa ada beberapa faktor lain yang dapat mendorong munculnya 300 batu ginjal pada kasus pasien di Taiwan, termasuk faktor diet dan genetik. “Awal-awal terbentuk batu yang kecil-kecil. Kenapa sampai ada 300 batu? Selain faktor diet pasti ada faktor predisposisi lain, seperti genetik dan kelainan anatomi,” tambahnya.
Dalam informasi lebih lanjut, penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis merupakan kondisi terbentuknya endapan padat dan keras yang menyerupai batu di ginjal. Penderita batu ginjal umumnya tidak merasakan gejala hingga batu tersebut turun ke ureter atau saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih.
Gejala yang mungkin dialami oleh penderita batu ginjal meliputi nyeri di daerah perut atau samping punggung, nyeri di area selangkangan atau genital, urine berwarna tidak normal, urine berdarah, demam, mual, dan muntah.
Kasus ini memberikan peringatan kepada pecinta minuman boba untuk tetap memperhatikan pola konsumsi mereka dan memastikan untuk menjaga keseimbangan antara minuman manis dan asupan air mineral guna mencegah risiko terjadinya batu ginjal.
Selain itu, konsultasi dengan dokter dan perawatan kesehatan yang tepat dapat membantu mengurangi kemungkinan munculnya masalah kesehatan serius seperti batu ginjal.


