Kadinkes Subang Siap Kawal Pengobatan Penderita Tumor di Simpar

Heri Anwar Sidik (42) (kiri) warga kampung Lampegan Desa Simpar Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, mendrita tumor simpatik tulang selama 13 tahun (udin/ tiradar.id)

Subang,tiradar.id- Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang dr. Maxi, siap mengawal penggobatan Heri Anwar Sidik (42) warga Simpar yang mengidap tumor simpatik tulang selama 13 tahun. Hal tersebut diucapkan Maxi saat menemui warga kampung Lampegan Desa Simpar Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang tersebut, Jum’at (19/1/2024).

“Dia pernah berobat ke rumah sakit Hasan Sadikin, tapi putus. Sekarang, kita akan usahakan kembali dibawa kesana, karena kalau didiamkan terus, tidak akan ada perubahan dan mungkin makin parah,” ujar Maxi.

Untuk melaksanakan rencananya tersebut, menurut Maxi, dirinya akan bekerjasama dengan pihak desa dan PUSKESMAS Cipunagara, untuk mengawal pengobatan Heri.

“Yang diperlukan dari desa dan PUSKESMAS mensupport perjalanan rujukan, dan mulai dari PUSKESMAS ke rumah sakit umum daerah sampai ke rumah sakit Hasan Sadikin,” jelasnya.

selain untuk pengobatan pasien, menurut Maxi, dirinya juga akan memfasilitasi keluarga pasien, salahsatunya dengan fasilitasi rumah singgah.

“Disana ada rumah singgah, bisa di pakai oleh keluarganya sehingga jangan sampai bolak-balik,” tegasnya.

Sementara Kepala Puskesmas Cipunagara, Tarmi mengucapkan, dirinya akan turut serta untuk mensupport pengobatan pasien.

“Kami akan terus mendukung serta mengawal Pa Heri ini ke tingkat selanjutnya,” ucapnya.

Menurut Tarmi, ketika sebelumnya dilakukan pengobatan kepada pasien, terdapat kendala di keluarga, hingga pengobatan terhadap penyakit yang diderita Heri, putus.

“Kendalanya, keluarga mungkin untuk kehidupan sehari-harinya. Jadi, kami bersama kepala dinas akan terus mengawal sampai sehat kembali,” janjinya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Simpar Asep Saepudin pada kesempatan tersebut menjelaskan, bahwa penyakit tumor yang dialami warganya tersebut sudah lama sekitar 13 tahun-an, pihaknya juga sudah berusaha membantu Heri dibawa ke Purwokerto pada tahun 2019 untuk diobati.

“Mungkin, karena ada kendala diperalatan disana, dan juga ditambah keluarga ingin pulang saja karena keuangan, jadi Sdr. Heri sampai saat ini belum sempat dioperasi,” jelasnya.

Penulis: Udin
Editor: Agus Eko MS